IST/Tren penggunaan cadar di kalangan milenial meningkat di seluruh dunia seiring pandemi Covid-19 dan meningkatnya kepahaman masyarakat akan pentingnya amalan agama yang sempurna. Cadar menjadi pengganti masker yang diimbau agar senantiasa digunakan untuk mencegah penyebaran virus. Cadar bernilai pahala, sementara masker tidak. Cadar melindungi kecantikan dan menutup aib wajah yang sederhana. Sunah cadar di tengah rusaknya zaman bernilai pahala mati syahid.

Update Kasus Covid-19 di Indonesia dan Dunia

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wabah covid-19 belum berakhir. Angka kasus virus corona di seluruh dunia masih terus bertambah. Melansir data Worldometers hingga Kamis (20/8/2020) pagi, tercatat 22.526.757 orang positif Covid-19.

Dari angka itu, sebanyak 789.147 orang meninggal dunia, dan 15.266.070 orang sembuh.

Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama untuk penyebaran virus covid-19 dengan 5.694.696 kasus positif, 176.165 orang meninggal dunia, dan 3.053.439 orang sembuh.

Disusul dengan Brazil, yang memiliki jumlah 3.456.652 kasus positif, 111.100 orang meninggal dunia, dan 2.615.254 orang sembuh.

Terkait hal tersebut, kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif hingga Kamis (20/8) mencapai 147.211 orang. Dari jumlah itu, orang lainnya 100.674 sembuh dan 6.418 orang meninggal dunia.

Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan dan disampaikan lewat https://www.kemkes.go.id/.

Dalam waktu 24 jam, pasien positif virus corona bertambah 2.266 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 2.017 orang dan pasien meninggal bertambah 72 orang.

Kemarin, kasus positif virus corona sebanyak 144.945 orang. Dari jumlah tersebut, 98.657 orang lainnya sembuh dan 6.346 orang meninggal dunia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif terbanyak di Indonesia dengan 30.465 orang. Posisi selanjutnya, Jawa Timur 28.551 orang, Jawa Tengah 11.793 orang, Sulawesi Selatan 11.187 orang, dan Jawa Barat 8.685 orang.

Meskipun demikian, Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang tes Covid-19 sudah memenuhi standar WHO.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus meminta masyarakat untuk patuh menjalankan protokol kesehatan, khususnya memakai masker. Jokowi mengaku lebih memilih meminta masyarakat menggunakan masker daripada menerapkan karantina wilayah (lockdown) maupun PSBB.

Dalam Inpres 6/2020 diatur soal peran TNI dan Polri. Jokowi menyebut TNI dan Polri perlu memberikan dukungan personel kepada pemerintah daerah dalam penanggulangan pandemi virus corona.

Sementara itu, Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla menilai penyebab utama krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini adalah pandemi virus corona. Ia pun menyarankan pemerintah menangani krisis pandemi Covid-19 terlebih dahulu untuk menyelesaikan persoalan krisis ekonomi. [Suci Kusuma]