Ilustrasi

Setiap umat Islam sangat mendambakan masuk ke Syurga serta bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’alla.

Namun apa jadinya bila Allah subhanahu wa ta’alla saja sudah tidak ingin memandang, karena kita tergolong orang-orang yang tidak mengutamakan akhirat selama hidup di dunia.

Berdasarkan hadist dari Nabi, bahwa terapat 3 golongan manusia yang tidak Allah sukai.

Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat dan Allah juga tidak akan memandang mereka (yaitu) (1) Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya. (2) Seseorang yang melakukan sumpah dusta setelah ‘ashar dengan ambisi bisa mendapatkan harta orang muslim lainnya. (3) Dan seseorang yang menahan kelebihan air (tidak berbagi), sehingga Allah pada hari kiamat berfirman ‘Saya sekarang menahan kurnia-Ku sebagaimana engkau pernah menahan kelebihan air yang kedua tanganmu tidak bekerja karenanya.” (HR Al-Bukhari)

Dari hadist lain Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Sabda beliau: Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu,” (HR. Muslim: 106)

Allah subhanahu wa ta’alla memberikan berbagai ganjaran bagi umat manusia atas apa yang telah mereka perbuat di dunia. Jika perbuatan baik maka akan diganjar baik pula, selama dilakukan dengan ikhlas mengharap ridha-Nya. Demikian pula, tindakan buruk selama di dunia juga akan mendapatkan balasan setimpal, berupa keburukan pula.

Di antara, contoh ganjaran baik atas amalan saleh selama di dunia, antara lain diberikan Allah subhanahu wa ta’alla kepada tujuh golongan yang akan mendapatkan payung langsung dari Allah kelak, di saat tak ada lagi tempat berteduh di Padang Mahsyar.

Maka dalam hadits riwayat Abu Hurairah di atas, Allah subhanahu wa ta’alla memberikan ancaman balasan bagi tiga golongan kelak di akhirat. Ketiga golongan tersebut diancam tidak akan mendapat nikmat berupa bertemu dan berhadapan langsung dengan Allah subhanahu wa ta’alla, serta berbicara dengan-Nya. Ketiga golongan tersebut adalah:

1. Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya.

2. Seseorang yang melakukan sumpah dusta setelah ‘ashar dengan ambisi bisa mendapatkan harta orang muslim lainnya

3. Dan seseorang yang menahan kelebihan air (tidak berbagi)

Jika dicermati lebih lanjut, sanksi yang diberikan kepada tiga golongan tersebut berkaitan erat dengan bagaimana kita menjaga hak dengan orang lain. Islam mengajarkan kita untuk berbuat sama dan menjaga perlakuan adil. [Suci Kusuma]