PedomanBengkulu.com, Lebong – Pemkab Lebong melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong, Senin (10/8/10) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) mempersiapkan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebong periode 2021-2025. Rancangan Teknokratik RPJMD, merupakan Naskah Akademik RPJMD yang akan memuat kajian secara detil dan ilmiah terhadap kondisi, potensi, masalah dan isu-isu strategis yang dihadapi Kabupaten Lebong untuk lima tahun kedepan yang wajib dimuat dalam RPJMD Bupati dan Wakil Bupati Lebong hasil Pilkada 2020.

Dengan demikian, siapapun yang terpilih dalam Kontestasi Pilkada Lebong tahun 2020, secara kerangka teknokratik RPJMD sudah ada dan tinggal menyesuaikan dengan visi dan misi Bupati Lebong dan Wakil Bupati Lebong terpilih nantinya. Dalam kegiatan penyusunan rencangan teknokratik RPJMD tersebut, Pemkab Lebong menggandeng tim ahli Universitas Bengkulu.

“FGD ini untuk memberikan pemahaman seluruh OPD, terkait penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD Lebong 2021-2025. Jadi, siapapun terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lebong tinggal menyesuaikan visi dan misinya kedalam kerangka rencana Teknokratik RPJMD yang sudah ada,” ungkap Sekda Lebong Mustarani Abidin kepada PedomanBengkulu.com, usai membuka acara FGD Penyusunan Rencana Teknokratik RPJMD Lebong 2021-2025 di Aula Swarang Patang Stumang Bappeda Lebong Senin (10/8/2020) siang.

Dikatakan Mustarani, Kabupaten Lebong saat ini bisa dikatakan memasuki periode akhir RPJMD masa kepemimpinan Bupati Lebong Rosjonsyah dan Wabup Wawan Fernandez. Untuk itu, sangat dibutuhkan kajian dan wawasan dalam mencermati perkembangan, serta kebutuhan masyarakat untuk periode lima tahun ke depan di Kabupaten Lebong.

Sesuai dengan amanat UU Nomor 23 tahun 2014, sambungnya, mengamanatkan pemerintah daerah yang akan melaksanakan Pilkada, wajib menyusun dokumen perencanaan lima tahunan sebagai wujud janji politik, serta visi misi kepala daerah terpilih. Tentunya perencanaan program setiap OPD, mereka yang lebih mengetahui dan itu bisa dijadikan kerangka RPJMD tinggal masukkan penekanan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lebong terpilih.

“Apalagi penyusunan RPJMD harus selesai enam bulan usai pelantikan kepala daerah terpilih, harus sudah siap. Maka penyusunan RPJMD 2021-2025 secara teknokratiknya, harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya.[Supriyadi]