Tim pemenangan Agusrin-Imron saat menggelar jumpa pers, Jumat (11/9/2020) petang. (Foto: Ricky).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menyikapi munculnya isu-isu negatif beberapa hari terakhir terkait pencalonan pasangan Agusrin-Imron pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020, tim pemenangan Agusrin-Imron menggelar jumpa pers pada Jum’at (11/9) petang.

Dalam jumpa pers tersebut, juru bicara tim pemenangan pasangan Agusrin-Imron, Medio Yulistio mengatakan isu-isu negatif yang muncul beberapa hari terakhir adalah upaya untuk membuat Agusrin M Najamudin gagal mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur (cagub) Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

“Isu-isu negatif ini adalah upaya agar Agusrin tidak bisa ikut pilkada. Cara-cara ini tidak baik dan menciderai asas demokrasi. Padahal kami tidak pernah kampanye memojokan pasangan lain,” kata Medio.

Menurut Medio, isu-isu negatif tersebut dibangun dari asumsi politik semata dan bukan berdasarkan paradigma hukum. Mereka bahkan sudah dapat memprediksi isu-isu negatif tersebut akan muncul.

Hal itu, lanjutnya, karena memang Pasangan Calon (Paslon) Agusrin-Imron dianggap merupakan paslon yang paling memungkinkan memenangkan pilkada 2020 mendatang.

“Kami yakin Agusrin-Imron tidak akan terhalang untuk mencalonkan diri. Kepada tim kami sampaikan jangan khawatir,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu tengah membuka tanggapan masyarakat untuk pencalonan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Dan salah satu tanggapan yang masuk adalah KPU diminta untuk tidak menetapkan pasangan Agusrin-Imron sebagai Cagub dan Cawagub Bengkulu pada Pilkada 2020 yang akan dilangsungkan tidak lama lagi.

Tanggapan tersebut kemudian menyegarkan kembali ingatan masyarakat bahwa pada kenyataanya Agusrin M Najamudin memang merupakan mantan terpidana korupsi kasus penyaluran dan penggunaan bagi hasil Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada tahun 2006. Agusrin keluar dari Lapas Sukamiskin pada tanggal 6 November 2014 dan menjalani masa pembebasan Bersyarat pada 12 Desember 2016.

Terkait tanggapan masyarakat yang muncul tersebut, Medio meminta KPU untuk bekerja secara profesional dan membuat keputusan berdasrakan paradigma hukum, bukan berdasarkan asumsi politik.

“Secara Undang-Undang (UU), Agusrin ini tidak terhalang untuk mencalonkan diri,” ujarnya.

Selain itu, mereka (Tim pemenangan Agusrin-red) juga tidak akan tinggal diam jika isu-isu negatif terhadap paslon Agusrin-Imron terus berlanjut.

“Kalau ini hanya subjektifitas karena suka tidak suka dan merupakan upaya pembunuhan karakter, maka akan ada upaya hukum,” ancamnya. [Ricky]