ilustrasi : freepik.com

PedomanBengkulu.com, Seluma – Kabupaten Seluma tidak luput dari sasaran penularan virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Jumlah masyarakat yang terpapar terus mengalami pertambahan, hingga tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 ikut terpapar. Sedikitnya sudah ada lima belas orang tenaga kesehatan di RSUD Tais yang dinyatakan positif Covid-19. Terbaru pada Jum’at (11/9/2020) satu orang pasien meninggal dunia dan diduga telah terbentuk klaster baru.

Petugas dari Dinas Kesehatan akan langsung diturunkan bila adanya penambahan pasien terkonfirmasi, untuk melakukan tracking. Mereka juga melakukan serangkaian tes mulai dari rapid test, hingga tes usap atau pengambilan sampel swab. Kegiatan test tersebut juga dapat mengancam kesehatan petugas pengecekan sendiri, meski telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Seluma, Ahmad Tavip menyatakan, pihaknya mulai bekerja berat sejak adanya pasien meninggal dunia di kecamatan Semidang Alas Maras. Diakuinya saat klaster penularan di Puskesmas diketahui, merupakan hari hari terberat bagi jajarannya yang melakukan tracking.

“Kami setelah melakukan tracking di Semidang Alas Maras, sempat mengalami kelelahan, stress, hingga akhirnya kami lockdown (isolasi) sendiri,” jelasnya, Minggu (13/9/2020).

Kendati demikian, belum ada petugas pengecekan kesehatan di Dinkes Seluma yang dinyatakan positif. Rapid test hingga uji swab sudah dilakukan terhadap petugas, bahkan lebih dari sekali.

“Saya sendiri sudah pernah di Swab, dan Alhamdullilah hasilnya negatif,” jelasnya.

Petugas terus mempekuat imun diri, dengan mengonsumsi multivitamin dan menghindari stress. Multivitamin telah disediakan pemerintah daerah, maupun milik pribadi.

“Multivitamin disiapkan oleh gugus tugas. Setiap petugas kesehatan maupun pasien, biasanya kami beri vitamin C, dirumah diberi multivitamin ada C dan D, kalau ada keluhan seperti demam atau sesak, batuk, nyeri sendi, langsung kami jemput,” jelasnya.

Rencananya pada Senin (14/9/2020) besok Dinkes akan menurunkan kembali petugasnya, di salah satu desa di kecamatan Sukaraja. Petugas akan melakukan tracking untuk mengetahui adanya penularan dari satu pasien yang telah meninggal dunia. [IT2006]