Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pilkada

PedomanBengkulu.com Rejang Lebong – Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno SIK MH, mendatangi 4 bakal pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Rejang Lebong yang akan berkontestasi di Pilkada Rejang Lebong.

“Kita Hari ini (22/9/2020) mengunjungi seluruh pasangan bakal calon Bupati/bakal calon Wakil bupati yang akan maju di Pilkada Rejang Lebong. Tujuan kita untuk menciptakan kondisi yang kondusif disetaip tahapan pilkada maupun pada saat pelaksanaan Pilkada pada bulan Desember 2020,” kata Kapolres, Selasa (22/9/2020).

Kapolres juga menyampaikan, kunjungan yang dilakukanya ke masing-masing paslon dalam rangka penerapkan protokol kesehatan oleh masing-masing pasangan calon dalam setiap tahapan di Pilkada Rejang Lebong. Maklumat Kapolri yang diterbitkan pada tanggal 21 September 2020 bernomor MAK/3/IX 2020 tersebut salah satu poinnya tentang kepatuhan protokol kesehatan dalam tahapan pemilihan 2020 menekan klaster Corona di Pilkada.

“kita mendapatkan arahan dari pimpinan yaitu kita menerapkan protokol kesehatan. Tahapan tahapan Pilkada sudah mulai berjalan, supaya tidak ada cluster baru berkaitan dengan masalah pengumpulan massa. Massa harus di batasi,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengatakan langkah yang akan diambil dalam penerapan protokol kesehatan tersebut maka Polres bersama KPU, Bawaslu, Kodim, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah akan menggelar rapat untuk membahas sanksi yang akan dikenakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

“Kita melakukan rapat Pokja untuk menetukan saksi apa yang akan dibelakukan jika ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Memang sudah ada aturan tentang protokol kesehatan ini namun dalam rapat pokja ini lah nanti kita tentukan seperti apa penjatuhan saksinya,” pungkas Kapolres. [Julkifli Sembiring]

Berdasrakan maklumat Kapolri tanggal 21 September 2020 bernomor MAK/3/IX 2020 ada 4 poin yang diatur yakni:

1. Pemilihan Kepala Daerah merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi oleh undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada adaptasi kebiasaan baru dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan maklumat:

a. Dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan COVID-19.

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait pada setiap tahapan pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakal masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan pemilihan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.