Ilustrasi bbm, eksplorasi.id

PedomanBengkulu.com, Seluma – Praktik jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kepada penjual pengecer menjadi sorotan Dinas Perindagkop Kabupaten Seluma. Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Seluma, Mulyadi mengatakan, berdasarkan pengecekan langung ke SPBU d Seluma praktik menjual premium kepada pengecer langsung masih saja dilakukan. Disperindagkop juga menerima laporan masyarakat mengenai premium yang lebih mudah ditemukan di penjual eceran dari pada membeli di SPBU langsung.

“Saya sudah pantau sendiri, saya amati di SPBU, ada mobil yang mengisi premium itu sampai berulang, tetapi masih dilayani. Saya minta agar ini dibisa diawasi, jangan sampai masyarakat ini kesulitan untuk mendapat premium,” jelas Mulyadi (29/9/2020) dalam pertemuan dengan perwakilan SPBU Tais Kabupaten Seluma di kantor Disperindagkop.

Sementara itu perwakilan dari SPBU Tais, Jaya mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembatasan terhadap pembelian BBM jenis premium di SPBU. Akan tetapi pihaknya mengakui bahwa permintaan pembelian premium menggunakan jerigen masih saja ada.

“Kami batasi pembelian paling banyak sebesar Rp.250 ribu untuk setiap kendaraan. Terkadang masih ada yang datang bawa jerigen, untuk menghidupkan lampu, salah satunya untuk desa Lubuk Resam,” jelasnya.

Saat ini pihak manajemen SPBU menunggu Disperindag dapat memberikan regulasi, agar dapat mengatur siapa saja yang dapat membeli premium dalam jumlah banyak ataupun menggunakan jerigen.

“Kami minta setiap pembeli membawa surat dari Disperindag, seperti kelompok nelayan yang datang membeli dengan membawa surat dari dari Dinas Kelautan, dan selalu kami layani karena ada suratnya,” jelasnya. [IT2006]