PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu menetapkan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) dalam rapat pleno terbuka terdapat 11 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada), Senin (19/9/2012) lalu.

Kesebelas peserta pilkada tersebut empat di antaranya diusung dari partai politik dan delapan pasangan lainnya melalui jalur independen atau perseorangan. Pasangan Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda sendiri diusung Golkar, PAN, Gerindra, PNBK, dan Demokrat.

Pilkada Kota Bengkulu watu itu disebut-sebut Pilkada dengan jumlah pasangan terbanyak. Adapun ke-11 kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu berdasarkan nomor urut diantaranya.

1. Pasangan Helmi Hasan dan Patriana Sosialinda. Pasangan ini diusung Golkar, PAN, Gerindra, PNBK, dan Demokrat.

2. Pasangan Evi Trilenza Sulaiman dan Endang Sumantri. Pasangan ini dari jalur independen.

3. Pasangan Emilia Puspita dan Ahmad Tarmizi Gumay. Pasangan ini 10 partai antara lain PDIP, PKPB, dan Partai Buruh.

4. Pasangan Muhammad Syamlan dan Jamuris Dadang dari jalur independen.

5. Firdaus Rosid dan Suroto dari independen.

6. Hilman Azazi dan Dwi Yanuasdi, juga dari independen.

7. Ahmad Kanedi dan Dani Hamdani. Ahmad Kanedi merupakan calon incumbent. Pasangan ini diusung PKS, Hanura, PKPI dan PBK.

8. Leni Haryani John Latif dan Sudoto diusung 14 partai antara lain PPP, PKB, dan Pelopor.

9. Ridwan Marigo dan Bowo Triyanto dari independen.

10. Hakman Novi dan Khairuddin Wahid dari independen.

11. Basri Muhammad dan Hutapia Wazir dari independen.

Dari kesebelas pasangan calon tidak ada satu pasangan calon yang meraih suara 30% plus satu, lalu Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya waktu itu mengatakan, untuk pemilu kada akan dilakukan putaran kedua yakni suara terbanyak pertama dan kedua.

Diputaran pertama pada pilwakot dari kesebelas kandidat yang berhasil meraih suara terbanyak pertama adalah pasangan Helmi Hasan/Patria Sosialinda sebesar 42.131 atau 26,71% dan pasangan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani sebesar 24,94%, lalu dua kandidat tersebut mengikuti pilwakot pada putaran kedua yang digelar pada 22 Desember 2012.

Pada putaran kedua waktu itu kedua pasangan akan memperebutkan 243.914 suara yang sudah terdaftar di KPU Bengkulu. Dan Hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang dibacakan PPK di 9 kecamatan, KPU Kota Bengkulu, menetapkan Helmi Hasan sebagai calon wali kota terpilih masa bakti 2013-2018.

Dari rapat pleno, dikutip dari surat keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: KPU Kota/VIII/2012 tanggal 26 Desember 2012 Pasangan Helmi Hasan/Patriana Sosialinda sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Bengkulu dengan perolehan suara pada pilkada, Sabtu (22/12) sebanyak 75.058 suara atau 51,46 persen dan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani hanya mendapat dukungan sebesar 70.812 atau 48,54 persen.

Namun, ketika itu saksi dari tim pemenangan pasangan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani yang diwakili Miftahul Jazim menolak menandatangani hasil rapat pleno tersebut dengan alasan menganggap banyak kecurangan yang dilakukan oleh tim Helmi-Linda pada pilkada putaran kedua.

Meski saksi dari tim pemenangan pasangan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani tidak bersedia menandatangani hasil pleno penghitungan suara pilkada putaran kedua dengan alasan banyak kecurangan, tapi rapat tersebut tetap sah sesuai dengan aturan pilkada.

Helmi Hasan/Patriana Sosialinda pada pilkada Kota Bengkulu diusung Partai Golkar, PAN, Gerindra, PNBK, dan Partai Demokrat. Sedangkan pasangan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani diusung PKS, Hanura, PKPI dan PBK.

Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya mengatakan, hasil pilkada Kota Bengkulu putaran kedua segera disampaikan ke pihak terkait, di antaranya DPRD Kota Bengkulu dan Gubernur Bengkulu untuk diteruskan ke Kemendagri.

Namun, sebelum KPU meminta DPRD Kota Bengkulu mengagendakan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu masa bakti 2013-2018 pihaknya masih menunggu kepastian tim Ahmad Kanedi/Dani Hamdani menggugat apa tidak ke MK. Jika tidak KPU segera mengusulkan ke Mendagri melalui Gubernur Bengkulu untuk segera dilantik akhir Januari 2013.

“Yang jelas, KPU siap melayani gugatan dari tim pemenangan pasangan Ahmad Kanedi/Dani Hamdani, dan kita sudah mempersiapkan pengacara untuk melayani gugatan pasangan nomor urut tujuh di MK,” kata Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya waktu itu.

Pilwakot Bengkulu 2018

Setelah satu periode berlalu memimpin Kota Bengkulu, Helmi Hasan kembali mencalonkan sebagai Walikota Bengkulu yang mana calon Wakilnya adalah Dedy Wahyudi, sebagai wali kota dan wakil wali kota Bengkulu terpilih untuk masa jabatan lima tahun mendatang.

Dalam Pilkada Serentak 27 Juni lalu, pasang Helmi Hasan-Dedy Wahyudi meraih dukungan masyarakat Kota Bengkulu, sebanyak 42.919 suara atau 32,8 persen dari 130.606 suara sah.

Sedangkan tiga pasangan lainnya, yakni Patriana Sosialinda-Mirza mendapat dukungan sebanyak 36.416 suara atau 27 persen, disusul pasangan David Suhardi-M Baksir sebanyak 28.805 suara atau 22 persen dan pasangan Erna Sari Dewi- Ahmad Zarkasi sebanyak 22.466 atau 17,2 persen.

Ketua KPU Kota Bengkulu, Zaini ketika itu mengatakan, hasil rapat pleno penetapan pemenang Pilwakot Bengkulu, akan disampaikan ke Plt Wali Kota Bengkulu, dan DPRD setempat untuk ditindaklanjuti.

“Hasil rapat pleno KPU Kota Bengkulu penetapan pasangan wali kota dan wakil wali kota Bengkulu, terpilih akan kita serahkan ke Plt Wali Kota dan DPRD setempat, untuk ditindaklanjut hingga ke pelantikan,” ujarnya Kamis (26/7) lalu.

Sementara itu, calon wali kota Bengkulu, terpilih Helmi Hasan mengatakan, dirinya bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat yang kembali memercayainya untuk memimpin Kota Bengkulu bersama Dedy Wahyudi lima tahun ke depan.

“Saya mengucapkan rasa syukur kepada Allah subahanahu wa ta’ala atas terpilih kembali sebagai wali kota Bengkulu. Kami sudah menyiapkan program 100 hari pertama dalam membangun Kota Bengkulu ke depan,” ujarnya.

Untuk itu, Helmi Hasan-Dedy Wahyudi mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholder dan DPRD Kota Bengkulu, sehingga berbagai program yang sudah dirancang dapat direalisasikan dengan baik. [Soprian]