PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rejang Lebong telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait rekaman suara diduga Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan RL yang mengambil Sumpah dan Pungutan Dana kepada Kepala Sekolah untuk mendukung Salah satu pasangan Calon Kepala Daerah pada Pilkada Rejang Lebong.

Disampaikan Ketua Bawaslu, Dodi H Supriaso, selain Video Rekaman Suara yang sempat viral tersebut, pihaknya juga melakukan penelusuran terhadap petemuan sebelum adanya Video tersebut.

“Sejauh ini sudah ada 15-20 orang yang kita periksa terkait rekaman suara yang beredar yang diambil disalah satu rumah makan. Selain itu kita juga menelusuri pertemuan yang terjadi sebelum adanya rekaman tersebut. Karena dalam rekaman tersebut menyebutkan sudah ada pertemuan lain,” kata Dodi.

Dodi juga menyampaikan bahwa video yang berisi rekaman untuk mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati tersebut juga lebih dari dua video, sehingga pihaknya juga tengah mencari kebenaran apakah video yang ada tersebut satu rangkaian video yang direkam dalam satu momen atau direkam dimomen berbeda.

“Untuk rekaman suara yang ada ada beberapa versi, ada yang samapai 22 Menit dan ada yang hanya 7 menit. Kita menelusuri apakah masing masing rekaman tersebut berbeda atau sama namun hanya di Potong. Kita juga sudah mengkonfirmasi langsung kepada oknum Pejabat yang diduga suaranya ada didalam rekaman tersebut namun pejabat tersebut tidak berani memastikan apakah itu suaranya atau bukan, karena yang dia dapat, yang dia dengar tidak sepanjang ini (dalam video,red), sejauh ini dia tidak menyatakan kemiripan itu suaranya. Pejabat tersebut menyatakan bahwa saya tidak yakin ini suara saya,” ujar Dodi.

Dodi juga menyampaikan, pihaknya masih terus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada orang-orang yang diduga mengetahui kejadian yang ada dalam rekaman suara tersebut.

“Kita masih memiliki waktu hingga hari Senin (30/11/2020) untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi apakah temuan ini dinaikan statusnya atau dihentikan. Memang awalnya kasus ini belum ada pihak yang melapor tapi sudah dilakukan penelusuran, setelah berjalan ada berbagai pihak yang memberikan banyak informasi, dan ada yang memasukan laporan. Kita tetap melakukan penelusuran, Jika ditemukan bukti yang cukup akan kita jadikan temuan untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Dodi. [Julkifli Sembiring]