Bundra Jaya

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Pelajar tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Seluma telah diliburkan dan menjalan sistem pembelajaran jarak jauh, sejak maret lalu. Keputusan meliburkan sekolah diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma karena kondisi pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia termasuk di Seluma. Berselang delapan bulan, saat ini sistem belajar jarak jauh masih dilakukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Bupati Seluma, Bundra Jaya (15/11/2020) menyatakan, sekolah tidak mungkin terus diliburkan karena pandemi yang belum diketahui sampai kapan berakhir. Ia mengaku sudah mengintruksikan kepada Dinas Pendidikan, agar segera melakukan pembukaan sekolah dan menggelar belajar tatap muka.

“Sekolah tidak mungkin tidak menggelar belajar jarak jauh selamanya, saya sudah minta Dinas Pendidikan agar melakukan rapat mengenai teknis belajar tatap muka nantinya. Pandemi ini tidak tahu kapan berakhirnya, kemarin sempat zona hijau sekarang sudah merah lagi ada tiga orang yang positf,” jelas Bundra.

Bundra mengatakan, jika nantinya belajar tatap muka bisa digelar, maka sekolah harus menyiapkan alat alat untuk menerapkan protokol kesehatan. Metode pembelajaran dengan melakukan pembatasan jarak juga wajib dilakukan.

“Nanti bisa sekolah dibagi sistem jam belajarnya, berapa siswa masuk pagi, kemudian ada yang masuk siang, jadi tetap bisa mentaati protokol kesehatan,” jelas Bundra.

Adapun saat ini Kabupaten Seluma memiliki tiga pasien baru positif Covid-19. Satu orang diantaranya yakni warga di Ilir Talo meninggal dunia pada (13/11/2020) kemarin. [IT2006]