PedomanBengkulu.com, Seluma – Kabupaten Seluma mendapat nilai rendah, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seluma bahkan berada di peringkat kedua terbawah, dari seluruh Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Penilaian tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk Pemkab Seluma, agar segera dituntaskan dalam penyelengaraan tata kelola pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma menyatakan siap menindaklanjuti hasil monev KPK tersebut, agar permasalahan tersebut selesai. Pemkab akan mengambil langkah strategis agar Seluma tidak lagi mendapat nilai rendah yang dilakukan KPK.

“Berdasarkan penilaian KPK memang Seluma mendapat nilai terendah kedua, dan kami dari Pemkab Seluma siap menindaklanjuti penilaian tersebut, dan akan akan melaporkan hasilnya langsung ke KPK,” jelas Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Seluma, saat dikonfirmasi (11/11/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan penilaian dari KPK Seluma mendapat nilai 60, dan menjadi terendah kedua di Provinsi Bengkulu. KPK menyebut pengelolaan aset berupa lahan di Sleuma yang tidak terdata dengan baik menjadi penyebab.

“Kami mendorong agar 639 lahan yang belum memiliki sertifikat segera ditindaklanjuti,” jelas Kasatgas Pencegahan Korwil V KPK, Niken Aryati (10/11/2020) kemarin. [IT2006/ADV]