Pedomanbengkulu.com, Seluma – Debat kandidat Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Seluma 2020 berlangsung pada jum’at (13/11/2020) malam. Debat dilaksanakan di hotel Mercure Bengkulu dengan disiarkan langsung oleh stasiun tv lokal RBTV. Dalam pelaksanan debat tersebut, beberapa momen penting berlangsung, khususnya pada saat sesi tanya jawab antar kandidat.

Calon Bupati nomor urut 1, Suparto mendapat pertanyaan dari calon Wakil Bupati nomor urut 2 Khairi Yulian mengenai permasalahan tapal batas antara Kabupaten Seluma dengan Bengkulu Selatan yang menghangat akhir akhir ini. Khairi Yulian mempertanyakan Suparto yang menurutnya berperan atas beralihnya wilayah di tujuh desa di Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras ke Bengkulu Selatan.

“Masalah tapal batas, tadi bapak mengatakan mengayomi masyarakat Seluma, tetapi sementara tujuh desa yang bapak hilangkan akibat dari kesepakatan yang bapak buat padahal itu jelas berdasarkan keputusan MK, dan UU nomor 3 tahun 2003, mengapa bapak melepaskan tapal batas tujuh desa 1.400 hektar hilang diambil Bengkulu Selatan, tadi bapak mengatakan sayang dan senang sama masyarakat Kabupaten Seluma” tanya Khairi Yulian.

Suparto kemudian menjawab lepasnya wilayah ke Bengkulu Selatan bukan kesalahannya, melainkan adanya peran Bupati Seluma Bundra Jaya. Ia mengatakan, saat mengikuti mediasi penentuan tapal batas, merupakan perintah dari Bupati Seluma. Ia juga menyinggung peran Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam lepasnya wilayah di tujuh desa.

“Terima kasih pertanyaan yang bagus juga. Bahwa saya mendatangani bukan pengalihan sebagian wilayah Seluma tetapi itu kesepakatan menentukan tapal batas, dan saya menandatangi itu berdasarkan perintah bupati, seorang wabup tidak bisa kemana mana tanpa perintah bupati oleh karena itu salah pengertian. Yang menentukan titik titik itu harus ditindaklanjuti kalau hanya di atas meja tidak bisa, namanya sepakat menentukan tapal batas harusnya pemerintah provinsi sebagai perpanjangan pemerintah pusat harusnya bersama sama berkoordinasi,” jawab Suparto.

Kemudian Khairi Yulian yang diberi waktu untuk menanggapi jawaban Suparto mengatakan, Suparto bertanggungjawab atas kehilangan wilayah di perbatasan menjadi milik Bengkulu Selatan. Ia menyatakan Suparto telah membuat kesalahan.

“Tadi bapak mengatakan itu sebuah kesalahan sudah tahu kesalahan tetapi bapak lakukan, itu yang kita aneh. Padahal itu sudah jelas penentuan tapal batas, kalau itu penentuan tapal batas tidak mungkin tujuh desa itu hilang 1400 hektar hilang, itu aset kabupaten Seluma itu tidak bisa bapak pertanggungjawabkan dengan alasan itu perintah Bupati, sudah tahu itu salah mengapa bapak lakukan,”.

Usai memberikan tanggapan atas jawaban Suparto, moderator debat kandidat Pihan Pino kemudian memberikan kesempatan kandidat selanjutnya, untuk saling memberikan pertanyaan dan jawaban. [IT2006]