PedomanBengkulu.com, Mukomuko –  Setelah didatangi 15 orang yang merupakan utusan dari 1.740 karyawan perusahaan yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Senin (02 /11 /2020) Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko akan memanggil perusahaan yang diduga mengabaikan hak para buruh.

“Kami akan menindaklanjuti keluhan saudara kita dari FSPMI. Kami akan panggil Dewan pengupahan untuk adakan pembahasan. Selain itu kita akan panggil perusahan yang diduga berbuat nakal kepada para karyawan,” ucap M. Ali Syaftaini Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko ketika dikonfirmasi, Rabu (04/10/2020).

Tak hanya Ketua DPRD, Wakil II DPRD Kabupaten, Novianto turut mendukung rencana itu. Politikus dari Partai Perindo ini mengaku sedih akan para karyawan dan buruh. Ia mengibaratkan para karyawan hanya sebagai “kuda pelejang bukit” oleh pihak perusahaan.

“Kita ini sudah lama merdeka, jangan kita mau menjadi budak di negeri kita sendiri. Saya mendukung rencana pemanggilan semua pihak perusahaan yang ada di Mukomuko mengabaikan hak para buruh,” ungkap Anggota DPRD dari Dapil dua ini.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko, Armansyah mengatakan adanya perusahaan yang nakal akan menjadi pembahasan pokok.

“Kita akan bongkar semua nanti, termasuk permasalahan harga TBS yang diduga tidak transparan kepada para petani khusus masyarakat,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mukomuko.

Ketua Komisi III, Antonius Daile sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada para karyawan dan buruh jika mengabaikan hak mereka. Semua pihak yang terkait nanti akan dipanggil termasuk dari eksekutif.

“Kami juga akan panggil eksekutif melalui instansi yang membawahi masalah ini. Kita akan menindak tegas jika didapati data perusahaan yang nakal tersebut,” tandasnya. [Angga]