Salah satu titik lokasi galian C yang ditunjukkan warga di desa Talang Giring. Menurut warga sungai tersebut sudah mulai mengalami pendalaman karena batu sungai yang berkurang

PedomanBengkulu.com, Seluma – Permasalahan operasional tambang dengan warga sekitar kembali terjadi di Kabupaten Seluma. Kali ini operasional tambang batu galian C, diprotes warga desa Talang Giring kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma. Warga setempat sudah melakukan rapat bersama sejak kamis (30/10/2020) kemarin, dan menyatukan sikap kepada pemerintah desa agar galian c ditutup dan berhenti operasi.

“Kalaupun ada manfaatnya sangat sedikit, lebih banyak dampak negatifnya. Kami warga sudah sangat terganggu dengan aktivitas tambang disini, dan kami minta diberhentikan saja,” jelas Bukhairi, warga setempat pada kamis (30/10/2020 kemarin.

Beberapa alasan penolakan warga diantaranya adalah mengenai dampak lingkungan, aktivitas yang mengganggu kenyamanan, hingga wilayah kerja tambang yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Pihak Pemerintah Desa pun tak mampu berbuat banyak, dan menyatakan setuju dengan permintaan warga agar rekomendasi dari pemerintah desa Talang Giring kepada perusahaan dicabut.

“Dengan berat hati kami pemerintah desa setuju, karena bagaimanapun pemerintah desa sebagai perwujudan dan penyambung suara masyarakat,” jelas Kades Talang Giring, Idiman.

Warga Juga Datangi Kantor Kecamatan

Sementara itu puluhan warga dari desa Talang Giring kembali melanjutkan aksi penolakannya pada senin (2/11/2020) pagi, dengan mendatangi kantor Pemerintah Kecamatan Lubuk Sandi. Kedatangan mereka langsung diterima oleh Camat Lubuk Sandi, Wanharuddin, dengan melaksanakan rapat bersama.

“Kami pemerintah kecamatan pada prinsipnya setuju saja, apalagi warga bersama pemerintah desa sudah menyampaikan keberatannya atas aktivitas galian C tersebut, kini kami serahkan ke Pemerintah Daerah agar ini bisa ditindaklanjuti,” jelas Wanharuddin. [IT2006]