PedomanBengkulu.com, Lebong – Pasca penahanan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan pasar rakyat Pelabuhan Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning. Terhadap mantan Kadis Perindagkop UKM Lebong, yang sekarang menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, SY dan
RF selaku rekanan pada proyek tersebut. Penahanan kedua tersangka ini setelah jaksa peneliti memeriksa berkas yang diajukan Pidsus Lebong sudah lengkap dan dinyatakan P21. Akhirnya ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong dan sudah dititipkan di Rutan Polres Lebong Selasa (24/11/2020) siang.

Dwi Agung Joko Purwibowo, S.H selaku kuasa hukum tersangka SY, ketika diminta tanggapannya, menyebutkan bahwa kliennya selama ini selalu bersikap proaktif. Bahkan sampai pemanggilan terakhir untuk pemeriksaan dan penahanan. Ditekankannya, selaku kuasa hukum SY, pihaknya tetap mengedepankan asas hukum negara, yakni asas praduga tidak bersalah.

“Setiap orang yg sudah disangka, ditangkap, ditahan dan dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah. Sampai ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap,” sampai Agung kepada PedomanBengkulu.com Selasa (24/11/2020) sore.

Ditambahkan Agung, terkait dengan penahanan yang dilakukan pihak Kejari Lebong terhadap klien mereka. Pihaknya selaku kuasa hukum akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan langkah dan upaya-upaya hukum untuk kliennya. Termasuk menyiapkan sejumlah alat bukti yang akan kami sampaikan di persidangan.

“Kemudian dalam waktu dekat akan lakukan upaya hukum sebagaimana hak seorang tersangka, untuk mengajukan penangguhan penahanan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, kami akan mengajukan permohonan praperadilan,” singkatnya.[Supriyadi]