lustrasi kampanye pencegahan bunuh diri, sumber : freepik

PedomanBengkulu.com, Seluma – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Seluma, tepatnya di salah satu desa yang berada di Kecamatan Semidang Alas. Seorang pria berinisial Y (46) ditemukan meninggal dunia, usai melakukan tindakan bunuh diri menggunakan senjata tajam di sumur belakang rumahnya, pada rabu (11/11/2020) pagi.

Informasi yang dihimpun, peristiwa bunuh diri pertama kali diketahui oleh istri korban sepulang dari pasar. Sebelum kejadian, korban diketahui baru selesai makan, dan mengkonsumsi obat rutin yang ia konsumsi. Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, dan ditemukan senjata tajam di dekatnya.

“Korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak di dekat sumur, dan ditemukan senjata tajam jenis parang sepanjang 30 cm didekatnya. Korban didug meninggal karena bunuh diri,” jelas Kapolsek Semidang Alas, Ipda. Noprizal.

Jenazah korban yang sempat dibawa ke Puskesmas terdekat, kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Adapun kasus bunuh diri di Indonesia selalu terjadi, termasuk di Kabupaten Seluma. Keberadaan orang terdekat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan bunuh diri.

Into the light indonesia dalam laman resminya menyebutkan, masalah mengenai bunuh diri hampir dialami seluruh negara di dunia. 804.000 lebih orang per tahun meninggal akibat bunuh diri (WHO, 2014) yang artinya sama dengan satu orang yang meninggal setiap 40 detik.

“Dengan banyaknya kasus bunuh diri yang tidak terdeteksi, diprediksi jumlah yang diketahui lebih kecil dari jumlah kematian sebenarnya. Angka percobaan bunuh diri diprediksi sejumlah 20-25 kali lipat dari jumlah kematian akibat bunuh diri.Angka bunuh diri yang lebih tinggi ditemukan di negara berkembang dan dunia ketiga. Namun, bunuh diri ditemukan secara hampir merata dalam semua rentang status ekonomi,” papar Into the Light Indonesia. [IT2006]