PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Intensitas curah hujan yang tinggi mengguyur Bengkulu dalam pekan terakhir, mengakibatkan sejumlah wilayah di kabupaten Bengkulu Tengah mengalami bencana banjir. Bahkan puluhan hektar sawah warga terendam.

Perbatasan Benteng dan Kota Bengkulu, yakni persawahan warga desa Sri Kuncoro kecamatan Pondok Kelapa saat ini terendam akibat luapan hulu air sungai hitam, hingga lima puluhan hektar sawah rata dengan air setinggi pinggang orang dewasa.

Dijelaskan Sagiran SH selaku Kapolsek Pondok Kelapa Selasa (24/11/2020) pagi melakukan pemantauan membeberkan hujan yang melanda mulai dari Senin Sore membuat luapan air Sungai Hitam naik dan membanjiri persawahan warga yang saat ini hampir menjelang masa panen.

“Diperkirakan setinggi pinggang orang dewasa dan ini luapan hulu sungai hitam dan air saat ini juga sudah mulai merendam bibir jalan.” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, dengan kondisi padi yang saat ini sedang menunggu masa panen, jika banjir merendam persawahan mencapai 3 hari, petani takut akan gagal panen akibat buah padi membusuk dan tidak bisa dipanen.

“Jika tidak surut dalam waktu dekat ini dan air merendam padi milik warga yang saat ini mayoritas sudah mau panen, kita takut petani mengalami kerugian yang besar akibat padi warga membusuk,” terangnya.

Dari pantauan PedomanBengkulu.com di desa Taba Runjam kecamatan Talang Empat juga mengalami hal yang sama, puluhan hektar sawah milik warga terendam akibat luapan air Sungai Bengkulu denga ketinggian air hingga batas bahu orang dewasa. [Hendri Suwi]