PedomanBengkulu.com – Sambutan warga di Kecamatan Taba Penanjung, Merigi Sakti dan Pagar Jati, Rabu (11/11/2020) membuat calon Gubernur Bengkulu nomor urut 01, Helmi Hasan, takjub.

Di 11 titik kampanye, Helmi Hasan dan istri, Khairunnisa, diacungi jari telunjuk tanda mendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu nomor 01, Helmi Hasan dan Muslihan Diding Soetrisno.

Di semua lokasi kampanye di rumah warga desa, masyarakat berbondong-bondong mendekati lokasi. Antusias warga menuju Gunung Bungkuk ini, luar biasa. Bahkan ketika Helmi melintas, warga keluar dari rumah sembari menunjuk jari telunjuk.

Di lokasi kampanye, sebagian warga terpaksa menyaksikan dari luar, lantaran kursi untuk kampanye dibatasi mengingat situasi masih covid-19.

Walau berdiri dari luar, emak-emak yang menggendong anak dan para bapak, tetap heboh meneriakkan Helmi Hasan nomor 1.
Bahkan di Desa Arga Indah 1, hanya ibu-ibu yang bisa duduk di dalam lokasi kampanye lantaran kapasitas melebihi yang disiapkan. Bapak-bapak yang ingin hadir, terpaksa melihat dari luar hingga memenuhi jalan.

“Helmi Hasan datang ke desa ini, bersama istri tercinta. Helmi Hasan istrinya cuma satu, makanya dikasih nomor urut 1 (di Pilgub Bengkulu 2020),” ucap Helmi disambut tawa warga sembari menunjuk jari telunjuk.

Helmi memaparkan 20 kunci bahagia ala Helmi-Muslihan yang semuanya berpihak pada rakyat, karena Helmi komitmen APBD untuk Rakyat.

“Warga harus bahagia lewat pelayanan kesehatan, seperti ambulance gratis dan penginapan gratis untuk keluarga pasien RSUD M Yunus,” jelas Helmi Hasan di hadapan warga di setiap lokasi kampanye.

“Anak yatim, janda tua, fakir miskin juga berhak bahagia dengan dibantu uang rakyat. Juga lewat pejabat Pemprov wajib mengangkat anak yatim,” lanjut Helmi.

Bahagia warga juga akan lengkap jika kantong mereka terisi. Helmi akan memberikan bantuan untuk masyarakat yg ingin bertani, beternak, berkebun, sehingga tercipta 100 ribu lapangan kerja baru untuk warga yang belum bekerja.

“Hasilnya jika tak dibeli, maka Helmi akan menggerakkan BUMD untuk membelinya. Sehingga petani tidak perlu was-was lagi hasil pertaniannya tak dibeli,” tambah Helmi. (bro)