Bawaslu Provinsi Bengkulu menggelar konferensi pers di Restoran Tanjung Karang Kota Bengkulu, Minggu (6/12/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Guna memantapkan kesiapannya dalam menghadapi Pilkada, pada Rabu (9/12/2020) mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu menggelar konferensi pers bersama awak media massa, di Restoran Tanjung Karang Kota Bengkulu.

Kegiatan tatap muka yang berlangsung pada Minggu (6/12/2020) sekira pukul 19.00 WIB, dihadiri puluhan wartawan/jurnalis dari berbagai media. Baik dari media cetak, televisi maupun online.

Dalam acara yang berlangsung hingga lebih dari 120 menit berkesan santai, secara bergantian anggota Bawaslu yang hadir menjabarkan hasil kinerjanya. Mulai dari laporan pelaksanaan rapid test, penyelesain sengketa pemilihan dan sebelas jenis data beserta laporan sekaligus.

Seusai kegiatan Koordinator Divisi Pengawas Bawaslu, Patimah Siregar mengatakan, pada masa tenang yang hanya tersisa kurang dari 50 jam itu, tidak ada lagi istilah pembagian bahan kampanye. Apalagi, istilah serangan fajar atau serangan malam.

“Kita sudah mengantisipasinya dengan patroli, maksudnya juga untuk mencegah praktik moneypolitic,” kata Patimah kepada awak media, pada Minggu (6/12/2020) malam.

Tidak hanya itu, ia melanjutkan, di kawasan Kota Bengkulu. Patroli yang ditugaskan kepada panwascam, juga menyebarkan stiker-stiker yang berisikan kalimat pencegahan dan pelarangan praktik money politic.

“Jika kita lihat dari jumlah TPS, jumlah panwascam dan pengawas desa itu kurang lebih lima ribu orang,” tutur Patimah.

Patimah menuturkan, hal itu dilakukan lantaran dugaan praktik kecurangan di Provinsi Bengkulu termasuk tinggi. Buktinya, Bawaslu telah menerima adanya laporan mengenai pembagian bahan materi lain yang menyinggung, kegiatan money politic.

“Mengenai itu sudah kita tindak lanjuti dan kita sudah melakukan pencegahan bahwa, diluar memberikan bahan kampanye dalam masa kampanye itu money politic,” tutup Patimah. [Alfi]