PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah dalam memutuskan mata rantai penularan COVID-19 memasuki Tahun Baru 2021 menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak melakukan kerumunan atau keramaian dengan pertimbangan secara nasional khususnya Kota Bengkulu penanganan COVID-19 belum terkendali.

Hal ini disusul dengan imbauan Polda Bengkulu melarang melakukan kerumunan atau keramaian guna mencegah dan memutuskan mata rantai penularan COVID-19 di Provinsi Bengkulu terhitung tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021.

“Terhitung tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021 jalur keluar masuk Pantai Panjang Kota Bengkulu akan ditutup guna mencegah penyebaran COVID-19 di tengah-tengah Masyarakat.” tulis imbauan Polda Bengkulu, Selasa (30/12/2020).

Sebelumnya tentang penghentian sementara kegiatan yang bersifat keramaian atau kerumunan di Kota Bengkulu telah ada SE Walikota Bengkulu dalam penanganan penyebaran COVID-19. SE tersebut diterbitkan pada tanggal 16 Desember 2020 dan diberlakukan 21 Desember 2020 lalu.

Dengan pertimbangan penanganan covid-19 belum terkendali, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, berulangkali mempertegas bahwa SE Walikota adalah sebagai visi kemanusiaan yang mana semakin melonjak angka terpaparnya COVID-19 kian hari kian melonjak.

“Ini sebuah visi kemanusiaan karena kita dihadapkan dua pilihan, yakni antara roda ekonomi tetap berputar dimasa pandemi atau banyaknya masyarakat yang meninggal akibat terpapar covid-19. Tentu kita memilih keselamatan masyarakat Kota Bengkulu dengan mengeluarkan SE ini,” tegas Dedy belum lama ini.

Dan diketahui, debelumnya juga ada maklumat dari Kapolri tentang kepatuhan protokol kesehatan, bahwa juga dengan mempertimbangkan secara nasional penanganan COVID-19 belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi berkembang luas di tengah masyarakat. [Soprian]

Adapun poin-poin SE Walikota Bengkulu Helmi Hasan tanggal 16 Desember 2020 Nomor: 338/28 B.Kesbangpol, tentang kegiatan yang sifatnya Keramaian/Kerumunan, sebagai berikut:

1. Tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian/kerumunan, seperti resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah dan perayaan Natalan.

2. Tidak mengadakan kegiatan perayaan menyambut Tahun Baru 2021.

3. Tidak mengadakan kegiatan pasar malam dan konser musik.

4. Rumah-rumah ibadah, pemilik/pengelola tempat-tempat hiburan, pusat perbelanjaan restoran, cafe, rumah makan agar selalu mematuhi protokol kesehatan seperti setiap pengunjung wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan/sabun, mengatur jarak tempat duduk dan membatasi pengunjung maksimal 50% dari kapasitas ruangan yang tersedia.

5. Khusus restoran dan cafe jam buka dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB.

6. Seluruh ASN Pemerintah Kota Bengkulu untuk melaksanakan tugas kedinasan di rumah (Work From Home), kecuali ASN yang bertugas melaksanakan pelayanan publik seperti (RSHD, Puskesmas, Perizinan, Dukcapil, Pemadam Kebakaran serta menghimbau kepada BUMN-BUMD dan Perusahaan Swasta untuk menyesuaikan.

7. Bagi masyarakat yang rentan dan beresiko tinggi terhadap Covid-19 seperti ibu hamil/menyusui dan warga yang berusia lanjut (lansia) dianjurkan agar menghindari keramaian, keluar rumah dan lebih baik berdiam diri di rumah (Stay at Home).

8. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Walikota Bengkulu Nomor : 450/18/B Kesbangpol Tentang Pelaksanaan Pesta Perkawinan Dalam Masa Pola Hidup Baru tidak berlaku lagi dan.

9. Surat Edaran Walikota ini berlaku sejak tanggal 21 Desember 2020, sampai ada pemberitahuan berikutnya, jika Pandemi Covid-19 sudah dinyatakan terkendali.