IST/Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Termasuk hal biasa, seusai pemilihan muncul berbagai permasalahan yang dihadapi pihak penyelenggara. Seperti halnya yang dihadapi, oleh KPU Provinsi Bengkulu saat ini.

Permasalahan yang tengah menghampiri KPU Provinsi Bengkulu, bukan lain tentang data daftar pemilih tetap (DPT) pada sirekap yang berbeda dengan data model D di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Dalam data form D itu, jumlah pemilih hanya bercokol pada angka 10 ribu.

Sedangkan, menurut data sirekap itu menggelembung menjadi 60 ribu jumlah perolehan suara terhadap salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur. Tentu, hal itu menjadi pemicu mengapungnya asumsi-asumsi miring akan proses penyelenggaraan Pilkada serentak di Bumi Rafflesia.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra mengatakan sesuai PKPU, pihaknya pasti akan melakukan tindak-lanjut permasalahan. Guna mengetahui kronologi dan meminta klarifikasi dari KPU Kabupaten Seluma, terkait hal tersebut.

“Data pada sirekap sudah diperbaiki dan dikembalikan, namun mengenai penyebabnya masih kita pelajari,” kata Irwan kepada pedomanbengkulu.com, pada Selasa (15/12/2020) siang.

Ia melanjutkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab dari kesalahan atau ketidaksinkronan data DPT. Apakah kesalahan itu muncul, dikarenakan problem pada sistem atau operator sirekap tersebut.

“Kita akan melakukan investigasi terlebih dahulu, mengenai informasi yang menjurus kesana,” ungkap Irwan.

Selain itu, Irwan menjabarkan bahwa hasil penghitungan suara yang muncul dari audit sirekap, hanya bersifat informasi pendukung. Oleh karena itu, tidak dapat dijadikan sebagai pedoman dalam penghitungan suara.

“Namun hasil yang akan kita pedomani adalah, hasil rekapitulasi mode D kecamatan,” tutup Irwan. [Alfi]