Kepala Desa Babat berinisial SR saat hendak menaiki mobil menuju Sel Polres Kaur dari Kantor Kerjari Kaur, Kamis (10/12/2020). Tersangka akan nerada di Sel Polres Kaur hingga 20 hari kedepan sebagai tahanan titipan.

PedomanBengkulu.com, Kaur – Kembali Kejaksaan Negeri Kaur penjarakan Kepala Desa. Dan kali ini Kepala Desa Babat Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Desa Babat berinisial SR itu diduga telah merugikan negara sebesar Rp148 juta lebih.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Kaur Nurhadi puspandoyo SH MH sesaat setelah melepas SR menuju Sel Polres Kaur.

“Setelah dilakukan pemeriksaan beberapa kali oleh tim ahli serta pihak BPKP perwakilan provinsi Bengkulu ternyata pembangunan Embung di Desa Babat di temukan kerugian negara 148 juta rupiah lebih selain dari itu embun yang di bangun juga tidak memiliki asas manfaat karena sejak di bangun tidak pernah di manfaatkan,” Kajari Kaur Nurhadi menjelaskan kepada media pada Kamis (10/12/2020).

Ia menjelaskan tentang pasal apa yang akan menjerat tersangka tersebut.

“Tersangka akan disangkakan pasal 2 dan 3 UU Anti korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun penjara,” Kajari menambahkan.

Menurut Kajari pembangunan embung tersebut bersumber dana APBN dari kementerian PDTT tahun 2019 sementara tersangka saat ini dititipkan di Sel Polres Kaur hingga 20 hari ke depan dan target persidangan menurut Kajari akan di limpahkan ke persidangan tanggal 15 Desember 2020 di sidang Tipikor Provinsi Bengkulu Hingga begitu di bulan Desember ini tidak ada lagi tunggakan kasus. [Sirat]