Kanit Lalulintas Polres Bengkulu Ipda Wiyanto

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Arus lalulintas di ruas jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu kembali normal. Sebelumnya arus lalulintas di daerah tersebut di tutup dan dialihkan lantaran ada dua pohon berukuran besar di ruas jalan tersebut tumbang diterjang hujan yang disertai angin kencang, Jumat (11/12/2020) sekira pukul 13.00 WIB.

Kanit Lalulintas Polres Bengkulu Ipda Wiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, evakuasi pohon tumbang di daerah jalan Mayjen Sutoyo Tanah Patah susah selesai dilaksanakan.

“Alhamdulillah telah selesai dilakukan evakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat lalulintas, sekarang arus lalulintas sudah kembali di normalkan, baik yang dari Padang Harapan maupun dari Simpang Skip sudah kembali normal,” kata Wiyanto.

Wiyanto menjelaskan, dalam peristiwa pohon tumbang tersebut tak ada korban jiwa namun sebelum pohon dievakuasi dari badan jalan arus lalulintas sempat terganggu.

“Kita harapkan kepada masyarakat karena saat ini cuaca kurang mendukung, badai dan hujan deras diharapkan untuk tinggal di Rumah dulu untuk antisipasi rawannya pohon tumbang,” imbau Wiyanto.

Sebelumnya terlansir, cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu, belum henti menghadirkan bencana-bencana alam. Setelah hujan lebat beberapa minggu terakhir mengakibatkan beberapa lokasi pemukiman padat penduduk masih direndam banjir, kali ini angin kencang atau badai beserta hujan menumbangkan pohon besar yang berdiri di tepi jalan poros Kota Bengkulu.

Beruntung, peristiwa mengejutkan di Jalan Mayjend Sutoyo Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, bersebrangan Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak memakan korban jiwa. Hanya saja, sedikit merusak tatanan pemerintah terhadap pertamanan jalan di sekitar lokasi tersebut.

Seorang saksi mata, Wulan (19) mengatakan sebelum pohon besar itu tumbang.

“Banyak orang yang lewat sini. Ada yang mengendarai motor dan banyak juga mobil-mobil yang melaju,” kata Wulan kepada pedomanbengkulu.com.

Ia melanjutkan, sebelum pohon berdiameter sekitar dua pelukan orang dewasa, dengan tinggi sekira delapan meter roboh, tumbuhan berjenis Mahoni yang berdiri di depan Lesehan Mas Eko itu, mengeluarkan bunyi berdenyit.

“Setelah berbunyi ‘nyit-nyit’, pohonnya langsung roboh,” ujarnya.

Setelah itu, seketika arus lalu lintas (lalin) disekitar lokasi pun terganggu. Banyak pengendara roda empat harus menghentikan laju kendaraan hingga pohon yang menutupi badan jalan selesai dievakuasi.

Sementara, pengendara roda dua yang kurang bersabar menggunakan badan jalan sebagai alternatif lalu lintas.

Bersyukur, atas kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala pohon Mahoni itu tumbang ketika jalanan disekitar tempat kejadian perkara (TKP), tidak dilalui kendaraan. [Anto]