Tim Kuasa Hukum Agusrin M Najamuddin dan Imron Rosyadi (AIR), saat menyerahkan berkas dugaan kecurangan di Bawaslu Bengkulu.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sengketa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 terus meruncing. Informasi terbaru, tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) Agusrin M Najamuddin – Imron Rosyadi (AIR) telah menyerahkan setumpuk berkas yang menjadi alat bukti.

Kuasa hukum Paslon Air, Zet Triansyah mengatakan sementara ini pihaknya telah menyerahkan dugaan kecurangan sekitar tiga puluh alat bukti. Kemungkinan, dalam rentan waktu menjelang keluarnya jadwal persidangan pihaknya akan menambah alat bukti tersebut.

“Syarat-syarat di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah lengkap. Kalau Bawaslu masih berkoordinasi dengan persipal,” kata Zet Triansyah kepada awak media, pada Selasa (29/12/2020).

Ia melanjutkan, dalam berkas pengajuan ke MK pihaknya menuntut agar penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) melakukan pemilihan ulang. Terkhusus untuk lima kabupaten yang tersinyalir terdapat dugaan kecurangan tersebut.

“Saya lupa, karena berkasnya tinggal. Ada juga pelanggaran-pelanggaran seperti mempergunakan fasilitas negara dan menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN),” ungkap Zet.

Selain itu, Zet melanjutkan jika pihaknya berharap MK dapat menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Agar dapat dilakukan pemilihan ulang di kabupaten-kabupaten yang ditemukan dugaan kecurangan tersebut.

“Kita harap MK melaksanakan aturan. Dan kita juga minta diskualifikasi,” tutup Zet. [Alfi]