PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Sekretaris Daerah setelah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 23 Desember 2020 perihal penghentian pelarangan yang sifatnya keramaian atau kerumunan akhirnya dicabut, tetap berpedoman SE Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Hal ini disampaikan Walikota Bengkulu Helmi Hasan melalui Surat yang ditandatangani langsung Sekretaris Daerah Bujang HR, Nomor: 100/436/B.1 tanggal 23 Desember 2020 perihal penghentian kegiatan yang bersifat keramaian/kerumunan.

Dikutip dalam Surat tersebut bahwa dengan mempertimbangkan penanganan dan penyebaran Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali dan berpotensi berkembang luas pada masyarakat, maka Surat Sekretaris Daerah nomor: 100/431/B.1 sebagaimana dimaksud dicabut.

“Surat sekretaris daerah Kota Bengkulu Nomor: 100/431/B.1 tanggal 23 Desember 2020 perihal penghentian kegiatan yang sifatnya keramaian/kerumunan dicabut atau tidak berlaku lagi, terhitung sejak Surat Nomor: 100/436/B.1 tanggal 23 Desember 2021 diterbitkan,” dikutip SE Sekretaris Daerah, terbit Rabu (23/12/2020) kemarin.

Kedati demikian, apapun segala bentuk kegiatan yang bersifat keramaian/kerumunan untuk tetap memperhatikan dan berpedoman kepada SE Walikota Bengkulu Helmi Hasan perihal dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Tetap memperhatikan dan berpedoman kepada SE Walikota Bengkulu pada tanggal 16 Desember 2020 Nomor: 338/28 B.Kesbangpol, tentang kegiatan yang sifatnya Keramaian/Kerumunan.” katanya. [Soprian Ardianto]

Adapun poin-poin SE Walikota Bengkulu Helmi Hasan tanggal 16 Desember 2020 Nomor: 338/28 B.Kesbangpol, tentang kegiatan yang sifatnya Keramaian/Kerumunan, sebagai berikut:

1. Tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian/kerumunan, seperti resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah dan perayaan Natalan.

2. Tidak mengadakan kegiatan perayaan menyambut Tahun Baru 2021.

3. Tidak mengadakan kegiatan pasar malam dan konser musik.

4. Rumah-rumah ibadah, pemilik/pengelola tempat-tempat hiburan, pusat perbelanjaan restoran, cafe, rumah makan agar selalu mematuhi protokol kesehatan seperti setiap pengunjung wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan/sabun, mengatur jarak tempat duduk dan membatasi pengunjung maksimal 50% dari kapasitas ruangan yang tersedia.

5. Khusus restoran dan cafe jam buka dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB.

6. Seluruh ASN Pemerintah Kota Bengkulu untuk melaksanakan tugas kedinasan di rumah (Work From Home), kecuali ASN yang bertugas melaksanakan pelayanan publik seperti (RSHD, Puskesmas, Perizinan, Dukcapil, Pemadam Kebakaran serta menghimbau kepada BUMN-BUMD dan Perusahaan Swasta untuk menyesuaikan.

7. Bagi masyarakat yang rentan dan beresiko tinggi terhadap Covid-19 seperti ibu hamil/menyusui dan warga yang berusia lanjut (lansia) dianjurkan agar menghindari keramaian, keluar rumah dan lebih baik berdiam diri di rumah (Stay at Home).

8. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Walikota Bengkulu Nomor : 450/18/B Kesbangpol Tentang Pelaksanaan Pesta Perkawinan Dalam Masa Pola Hidup Baru tidak berlaku lagi dan.

9. Surat Edaran Walikota ini berlaku sejak tanggal 21 Desember 2020, sampai ada pemberitahuan berikutnya, jika Pandemi Covid-19 sudah dinyatakan terkendali.