Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong- Minimnya hasil kebun kopi menjadi alasan AS (37) Warga Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang menanam Ganja di kebun belakang rumahnya.

“Selama ini aku berkebun kopi tapi hasilnya minus, baru 6 bulan ini aku tanam ganja tapi belum pernah jual,” kata AS, Jumat (22/1).

AS juga menyampaikan bahwa Selama 6 bulan menanam ganja tersebut ia secara rutin melakukan perawatan dengan cara pemupukan menggunakan NPK.

“Tanamanya dirawat dengan dipupuk menggunakan pupuk NPK, makanya subur, tapi saya belum pernah panen,” elak AS.

AS sendiri mengaku baru pertama menanam ganja dan atas dasar inisiatif sendiri. Ia menanam ganja tersebut setelah menemukan bibit di sekitar rumahnya.

“Baru pertama inilah aku tanam, aku tanam setelah menemukan bibit di jalan sekitar rumah,” singkatnya.

Sat Narkoba Polres Rejang Lebong berhasil menangkap AS Warga Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang, Kamis (21/1/2021). Selain menangkap AS, Sat Narkorba juga berhasil mengamankan 36 batang ganja yang memiliki ketinggian anatara 2-3 Meter, Ganja kering siap edar, bibit ganja dan senjata Kacepek (Senjata Rakitan).

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno pada saat Press Rilis di Mapolres Rejang Lebong, Jumat (22/1/2021) menyampaikan bahwa tersangka AS ini berhasil diamankan setelah adanya informasi dari masyarakat.

“Kita mendapatkan informasi pada bulan Desember yang lalu bawa ada seseorang yang melakukan penanaman ganja di wilayah Kampung Jeruk. Kita juga mendapat informasi bahwa ada satu rumah di Desa Kampung Jeruk yang sering dijadikan lokasi transaksi Narkoba jenis ganja. Selanjutnya Sat narkoba lalu melakukan penyelidikan dan akhirnya pada malam Jumat, tersangka dan barang bukti berhasil kita amankan,” kata Kapolres. [Julkifli Sembiring]