Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni
Kadinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ditengah proses vaksinasi covid-19 yang sedang berlangsung, terungkapnya kebobrokan Pemerintah Provinsi (Pemprov) lantaran belum membayarkan insentive para tenaga kesehatan (Nakes), di Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu hingga nyaris satu tahun. Sehingga, hal itu memicu kekecawaan bercampur amarah bagi para Nakes yang mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu, pada Selasa (20/1/2021) kemarin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni yang bermaksud mengobati hati para Nakes mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan proses agar insentive cair secepatnya. Dikarenakan dana insentive itu masuk dalam anggaran tahun 2021.

“Tentu melalui proses dan sudah kita bicarakan dalam rapat (internal),” kata Herwan Antoni saat dihubungi via telfon whattsapp, pada Rabu (20/1/2021).

Ia menjelaskan, belum dibayarkannya uang insentive Nakes itu bukan dikarenakan adanya alihfungsi anggaran. Melainkan, realisasi dari pemerintah pusat ke Pemprov Bengkulu memang terlambat.

“Jadi harus dibayar di tahun 2021, masuk anggaran tahun 2021. Sekarang lagi dipersiapkanlah pergeseran anggarannya,” ungkap Herwan.

Ia melanjutkan, saat ini anggaran dana insentive Nakes sudah berada di Kas Daerah (Kasda) Pemprov. Lantaran itu, pihaknya sedang mengatur kegiatan Dinkes yang mesti mengalami pergeseran.

“Nanti uangnya dimasukkan ke rekening kegiatan yang digeser. Tentu ini harus dilaporkan melalui proses pergeseran,” ucap Herwan. [Alfi]