PedomanBengkulu.com, Seluma – Peristiwa kebakaran yang terjadi di kelurahan Pasar Tais, dan menghanguskan satu unit rumah milik Lia pada (9/2/2021) kemarin memberikan catatan tersendiri dalam penanganan kebakaran di Seluma. Armada PBK milik Damkar Kabupaten Seluma tak mampu berbuat banyak, meski kebakaran tersebut terjadi di pusat kota dan tak jauh dari akses pemadam kebakaran. Rumah milik warga yang sedang ditinggal tersebut rusak tak tersisa, dhingga nyaris rata dengan tanah.

Keluarga pemilik rumah yang tak ingin disebutkan namanya pada saat kejadian tersebut sempat mengatakan, armada PBK baru tiba di lokasi saat api sudah besar dan melalap seluruh bagian rumah. Tak hanya itu mobil pemadam kebakaran juga mengalami kerusakan, karena macet saat hendak mengisi ulang air.

“Pemadam ini datangnya lambat sekali, rumah sudah habis dia baru sampai, apalagi yang mau dipadamkan,” ujarnya sembari kesal.

Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Tenno Heika (14/2/2021), mengatakan Pemkab Seluma harus berbenah akibat dari tidak maksimalnya penanganan kebakaran tersebut. Ia mengatakan penggabungan Damkar dan Satpol PP membuat kinerjanya menjadi tidak maksimal.

“Damkar di Seluma ini menyedihkan sekali. Dari awal ini kami sayangkan mengapa harus bergabung dengan Satpol PP, tetapi dititip sama BPBD. Kita lihat sendiri pada saat kebakaran kemarin mobil harus didorong dorong (menuju lokasi kebakaran). Damkar ini sangat vital dibutuhkan masyarakat, sehingga harus dipisah oleh Satpol PP. Akibatnya operasionalnya sangat terbatas,” jelasnya.

Ia juga meminta agar Pemkab Seluma dapat memperhatikan nasib dan kesejahteraan para ‘penakluk api’, sehingga dapat bekerja dengan maksimal.

“Kalau berdiri sebagai Badan atau OPD tersendiri hingga memiliki dana yang siap, dan armada yang siaga. Belum lagi nasib kepada karyawan kontrak, miris sekali. Berbeda dengan petugas Pemilu yang lima tahun sekali tetapi dapat asuransi, sedangkan petugas Damkar harus mempertaruhkan nyawa apabila terjadi kebakaran,”

Tenno juga menyatakan adanya petugas damkar yang terpaksa sumbangan untuk mengganti oli unit PBK, agar tetap bisa berfungsi dengan baik. Ia mengaku miris mengetahui hal tersebut, dan berharap Bupati Seluma yang baru nantinya dapat membenahi Pemadam Kebakaran di Seluma.

“Damkar mengganti oli dengan patungan tenaga kontrak, bahkan saat kecelakaan PBK, ternyata Pemda tidak menyediakan dana untuk membantu personil yang kecelakaan. Sementara mereka mempertaruhkan nyawa setiap bertugas. Semoga Bupati yang baru nanti dapat menyelesaikan permasalahan ini, dan Damkar harus berdiri sendiri,” tegasnya. [IT2006]