PedomanBengkulu.com, Lebong – Kematian pekerja proyek PLTA Tunggang di Kabupaten Lebong Kamis (04/02/2021), masuk dalam penyelidikan pihak Satreskrim Polres Lebong. Bahkan untuk mengungkap penyebab kematian Jalil Wahyono (50), yang luka di kepala hingga harus mendapatkan 21 jahitan tersebut. Saat ini Satreskrim Polres Lebong masih tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

Dalam pulbaket ini juga pihak kepolisian untuk memastikan, apakah meninggalnya Jalil Wahyono merupakan kecelakaan sendiri atau kecelakaan saat kerja.
Mulai dari Olah Tempat kejadian perkara (TKP), kemudian akan meminta keterangan sejumlah rekan-rekan sesama pekerja, hingga pihak manajemen perusahaan projek PLTA Tunggang.

“Sampai saat ini kita masih gelar Pulbaket. Untuk mengetahui kepastian penyebab kematian Jalil Wahyono,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujiyanto kepada PedomanBengkulu.com Jum’at (05/02/2021) siang.

Baca: Pekerja Poyek PLTA Tunggang Tewas dengan Luka di Kepala

Dikatakan Didik, pihaknya sudah mengecek dan melaksanakan olah TKP. Kalau di TKP memang ditemukan batu besar, yang jatuh dari ketinggian tebing dan juga adanya besi beton yang melengkung atau rinsek.

“Untuk sementara dugaan korban meninggalnya dikarenakan terkena batu besar, kemudian terperosok ke besi karena di TKP ada besi beton yang rinsek,” ucapnya.

Kendati sudah olah TKP, lanjut Kasat Didik, pihaknya tetap harus melakukan penyelidikan, untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian Jalil Wahyono. Dirinya juga menegaskan akan memanggil sejumlah pihak. Seperti rekan-rekan sesama pekerja, termasuk juga ini pihak perusahaan yang melaksanakan proyek PLTA Tunggang.

“Kita akan minta keterangan rekan korban sesama pekerja dan pihak manajemen perusahaan,” pungkasya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (04/02/2021) sekitar Pukul 14.30 WIB Jalil Wahyono (50), yang merupakan salah satu pekerja, ditemukan meninggal dunia dilokasi proyek PLTA Tunggang. Pria yang dikalangan rekannya biasa disapa Pak Jalil ini, merupakan warga Dusun II Desa Talang Tua Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara.

Berdasarkan pantauan PedomanBengkulu.com di RSUD Lebong Kamis (04/02/2021), korban Jalil ditangani tim medis RSUD Lebong, luka robek dikepala korban mendapatkan 21 jahitan. Bahkan menariknya, ada upaya dari manajemen proyek PLTA Tunggang yang tampak tergesa-gesa ingin mengeluarkan jenazah Jalil, untuk dibawa di Bengkulu Utara.

Bahkan jenazah korban sudah sempat di bawa keluar dan hampir dinaikkan ke dalam ambulance. Namun salah satu petugas dari Polres Lebong berhasil menahan, dan meminta untuk menunggu tim dari Satreskrim Polres Lebong terlebih dahulu. Sesampainya tim Satreskrim Polres yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Apri Sabbianto. Langsung dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban, setelah itu jenazah dipersilahkan untuk dibawa ke Bengkulu Utara. [Supriyadi]