Pedomanbengkulu.com, Seluma – Permasalahan tapal batas antara Kabupaten Seluma dengan Bengkulu Selatan, yang berada di tujuh desa di kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras tidak terselesaikan sepeninggal kepemimpinan Bundra Jaya – Suparto. Hingga keduanya mengakhiri masa jabatan, wilayah di tujuh desa tersebut masih menjadi milik Bengkulu Selatan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 9 tahun 2020.

Bundra Jaya saat dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan purna tugasnya di Gedung Daerah Serasan Seijoan (17/2/2021) mengatakan, permasalahan tersebut akan diselesaikan oleh Bupati-Wakil Bupati Seluma yang baru. Ia mengatakan Pemkab Seluma tidak bisa tinggal diam dan membiarkan wilayah tersebut tetap menjadi milik Bengkulu Selatan.

“Bupati yang terpilih sudah dilantik jangan diam, koordinasi yang sebaik baiknya. Seluma tetap berpegang sebagaimana putusan MK mengenai wilayah tujuh desa itu milik kita Seluma, jadi jangan sampai menjadi wilayah daerah lain,” jelasnya.

Adapun berbagai solusi sudah dibahas Pemkab Seluma sejak setahun terakhir pasca peralihan tapal batas pada 2020 lalu. Mulai dari diskusi, permintaan mediasi dengan Pemprov Bengkulu, hingga rencana pengajuan gugatan uji materi ke Mahkamah Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan Permendagri nomor 9 Tahun 2020 tentang tapal batas Kabupaten Seluma dengan Bengkulu Selatan, terdapat 1.400 Hektar wilayah Kabupaten Seluma di tujuh Desa di Kecamatan SAM dan Semidang Alas yang bergeser ke Bengkulu Selatan. Wilayah tersebut meliputi desa Muara Maras 118,62 Hektar, Serian Bandung, 211,79 hektar, Talang Alai 141,68 hektar, Talang Kemang 291,20 hektar, Jembatan Akar 346,54 hektar, dan desa Gunung Kembang 46,324 M2, dan satu desa di Semidang Alas yakni Desa Suban 689, 65 Hektar. [IT2006]