PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kasat Rekrim Polres Bengkulu AKP Yusiady menegaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa keributan yang terjadi di Pengadilan Negeri Bengkulu saat sidang tuntutan empat orang terdakwa nelayan trawl Bengkulu usai menerima laporan dari pihak Pengadilan Negeri Bengkulu.

“Kita akan memanggil saksi-saksi di lokasi kejadian saat keributan terjadi,” kata Yusiady, Rabu (17/2/2021).

Yusiady menuturkan, keributan tersebut terjadi usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu membacakan tuntutannya saat sidang kasus trawl dengan empat terdakwa nelayan trawl Bengkulu.

“Kami menduga adanya tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh massa tersebut, berimbas dari hasil pembacaan tuntutan sidang yang ada di Pengadilan Negeri Bengkulu,” terang Yusiady.

Yusiady menuturkan, pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti yang diduga dirusak massa.

“Kita sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti pintu, tong sampah serta tempat duduk yang menjadi sasaran massa,” tutup Yusiady.

Diduga keributan terjadi saat Nelayan tradisional Bengkulu menghadiri Sidang tuntutan empat terdakwa nelayan trawl di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa (16/2/2021).

Keributan terjadi usai JPU Kejati membacakan tuntutan. Para nelayan tradisional diduga tidak terima dengan tuntutan JPU Kejati yang menuntut terdakwa nelayan trawl dengan hukuman 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta rupiah hingga para nelayan tradisional melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas di Pengadilan.

Untuk diketahui, sidang empat terdakwa nelayan trawl tersebut merupakan rangkaian dari peristiwa bentrok yang terjadi antara nelayan trawl dan nelayan tradisional di laut perairan Kabupaten Bengkulu Utara beberapa waktu lalu. [Anto]