PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Terkait dengan keluhan warga tentang truck batu bara polsek ketahun mengadakan pertemuan antara warga dari 4 desa yaitu Desa Giri Kencana, Desa Bukit Makmur, Desa Air Sekamanak dan Desa Sebayur. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kasat Lantas Polres Bengkulu Utara, AKP Perdhana Mahardhika S.I.K, MH dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Ketahun Iptu Indro Witayuda Prawaira S.T.K.,S.I.K, Selasa (16/3/2021) di Aula Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun.

Data yang berhasil dihimpun, masyarakat meminta untuk menghentikan lalu lintas batu bara yang sering menyebabkan kecelakaan lalulintas. Mereka geram karena supir batu bara yang sering mengganggu arus lalu lintas. Selain itu suara knalpot dari truck yang membuat bising dan meminta menertibkan tumpukan batubara yang ada dipinggir jalan.

Dalam pertemuan tersebut, setelah mendengarkan aspirasi dari masyarakat Kasat Lantas Polres Bengkulu Utara AKP Perdhana Mahardhika S.I.K, MH memberikan solusi kepada masyarakat terkait hal tersebut. Dirinya menghimbau agar warga jangan menutup jalan provinsi karena termasuk pelanggaran hukum. Masyarakat bisa menyampaikan keluhannya kepada Kepala Desa masing-masing yang selanjutnya bisa disampaikan kepada camat, anggota DPRD Bengkulu Utara ataupun kepada Bupati langsung.

“Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemblokiran ataupun tindak anarki, semuanya bisa diselesaikan dengan cara berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Camat untuk membuat surat yang ditujukan kepada pihak terkait,” jelas Kasat Lantas.

Selain itu Camat Ketahun, Kadino mengatakan pihaknya akan mengadakan pertemuan untuk membuat surat yang akan diajukan kepada Bupati ataupun anggota DPRD Bengkulu Utara.

“Nanti kita akan merapatkan bersama empat Kepala Desa, Camat Pinang Raya dan Kapolsek Ketahun,” ungkapnya.

Diakhir pertemuan, Kapolsek Ketahun Iptu Indro Witayuda Prawaira S.T.K.,S.I.K, mengatakan rapat pembuatan surat rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis mendatang. [Sugeng]