PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Ratusan warga di Kabupaten Bengkulu Utara menjadi korban penipuan yang berkedok investasi yang nyatanya merupakan investasi bodong.

Dugaan penipuan berkedok investasi ini dijalankan oleh seorang remaja berinisial DS (18), warga salah satu Desa di Kecamatan Kota Arga Makmur. Dari investasi bodong yang dibuatnya warga mengalami kerugian mencapai 2,6 Milyar Rupiah.

Investasi bodong akhirnya mulai tercium oleh korbannya. Kehebohan mulai terjadi saat beberapa korban mengetahui sang penggerak investasi tersebut menghilang tanpa jejak dari kediamannya alias kabur.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut. Namun, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari korban. Kasus ini masih didalami dan masih mengumpulkan data-data yang lengkap.

“Memang ada info yang menjanjikan keuntungan dengan menyetorkan sejumlah uang. Untuk sementara masih kami dalami dan kumpulkan data-datanya,” jelas Kapolres, Rabu (24/3/2021).

Lanjut Kapolres, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap penggandaan uang yang berkedok investasi.

“Kami berharap masyarakat berhati-hati dalam menyikapi ajakan sejumlah investasi. Pandemi Covid-19 memang sangat mempengaruhi roda perekonomian, kondisi ini rentan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk meraup keuntungan pribadi,” imbaunya

Pihak kepolisian akan menindaklanjuti setiap laporan resmi dari warga yang menjadi korban penipuan berkedok investasi.

“Beberapa aset kendaraan roda empat milik orang tua DS dikabarkan telah disita oleh sejumlah korban. Aset tersebut dijadikan sebagai jaminan, hingga sang anak mengembalikan uang yang telah dititipkan sejak 6 bulan lalu,” pungkasnya. [Sugeng]