PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Polres Bengkulu Tengah berhasil mengantongi identitas pembobol berangkas PT Bumi Rafflesia Indah (PT BRI). Pembobol berangkas itu tidak lain dari Karyawan PT BRI sendiri.

Pelaku yang berinisial R (36) merupakan DPO sejak 2019 hingga 2021. Ia merupakan warga Desa Sekayun Mudik Kecamatan Bang Haji. Ia diamankan polisi sejakĀ  22 Februari 2021 dalam kegiatan Operasi Musang.

Kapolres Benteng Kapolres BentengĀ  AKBP Ary Baroto melakui Kabag Ops Kompol Januri Sutirto saat menggelar jumpa pers pada Rabu (10/03/2021) kepada awak media menjelaskan, kasus pembobolan berangkas ini terjadi di bulan Oktober 2019 lalu, saat wilayah hukum kabupaten Benteng masih bergabung kepada Polres Bengkulu Utara.

“Dalam kegiatan operasi musang, kami fokuskan kasus-kasus keberatan yang terjadi tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Kabag Ops Kompol Januri Sutirto.

Ia juga menjelaskan kasus pembobolan PT BRI diperkirakan dari tanggal 5 sampai dengan 7 Oktober 2019, karena baru diketahui pada hari Senin 7 Oktober saat salah satu karyawan melihat berangkas sudah dibobol. Dari kasus ini, perusahaan sendiri mengalami kerugian mencapai Rp 74 Juta yang berhasil dibawa kabur pelaku.

“Pelaku melakukan pembobolan dengan menghancurkan berangkas menggunakan grenda, dimana sanak tim melakukan pengecekan TKP masih terdapat barang bukti grenda sebagai alat pemotongan pintu berangkas,” jelas Januri Sutirto.

Berdsarkan data, pelaku R nekat melakukan pembobolan dikarenakan sedang mengalami desakan ekonomi. Dimana saat ditanya awak media, R mengakui kesalahannya. Ia nekat melakukan pembobolan yang sebelumnya telah berusaha untuk meminjam kepada tetangga dan keluarga namun tidak ada yang bisa membantu.

“Saya sendiri, karena kebutuhan ekonomi. Uangnya sendiri saya gunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan, termasuk rumah dan kendaran,” ungkap R.

Sementara dari kasus pembobolan berangkas PT BRI, Polres kabupaten Benteng masih melakukan pendalaman dan penyelidikan jika ada orang lain yang terlibat dalam kasus tersebut. [Hendri Suwi]