PedomanBengkulu.com, Seluma – Penyebab kematian dari belasan ekor sapi di desa Riak Siabun, kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma masih dalam penanganan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Berdasarkan pendataan dari Dispertan, saat ini sapi mati yang tekonfirmasi positif jembrana baru satu kasus.

“Berdasarkan hasil laboratorium yang kami terima, baru ada satu kasus yang terkonfirmasi positif di jembrana, lokasinya di Seluma Selatan,” jelas Plt. Kepala Dinas Pertanian kabupaten Seluma, Arian Sosial (13/3/2021).

Arian menjelaskan, meski sapi yang mati di Riak Siabun menunjukkan gejala jembrana, namun tetap perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Konfirmasi terhadap status penyakit jembrana harus melalui uji laboratorium.

“Untuk yang di Sukaraja masih perlu dilakukan penelitian, dengan dikirim sampel ke laboratorium di Lampung. Meski gejalanya mirip harus melalui uji laboratorium,” jelasnya.

Disisi lain, Dinas Pertanian mengaku cukup kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan di Seluma. Ini karena kurangnya tenaga dokter hewan, untuk turun ke lapangan setiap terjadi kasus kematian ternak.

“Kalau dokter hewan yang statusnya PNS belum ada, kami ada dua status THL dari pemerintah pusat dua orang, dan dibantu paramedis 13 orang sebagai asisten dari dokter hewan,” jelasnya.

Dinas Pertanian berharap agar tenaga dokter hewan dapat ditambah, sehingga dapat memberikan edukasi dan pengawasan kepada seluruh peternak di Seluma. [IT2006]