Senator Muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kamis, 22 April 2021, miliaran manusia di seluruh dunia memperingati Hari Bumi Internasional dengan tema “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi Kita sebagai sebuah artikulasi dari usaha penggalakan teknologi hijau dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, Hari Bumi Sedunia 2021 harus menjadi sebuah semangat untuk lepas dari bencana non alam pandemi covid-19 yang ditimbulkan karena ulah manusia.

“Mewabahnya covid-19 di seluruh dunia menjadi bukti bahwa bumi sedang sakit. Atau lebih tepatnya sudah banyak disakiti. Polusi udara, polusi air, polisi tanah, hampir terjadi dimana-mana. Mulai sekarang harus ada aksi nyata untuk merawat bumi agar kembali pulih,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menjelaskan, banyaknya sungai yang tercemar, rusaknya hutan karena aktifitas perkebunan atau pertambangan, maraknya penggunaan bahan kimia untuk keperluan rumah tangga dan lain-lain merupakan momok yang menakutkan bagi masa depan bumi.

“Sementara kondisi sampah di kota-kota besar malah makin rumit,” ujarnya Hj Riri Damayanti John Latief dengan suara lirih.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap pemerintah dari mulai level terendah hingga yang tertinggi dapat meningkatkan kampanye terhadap kepedulian terhadap bumi dan ikut merawat bumi dalam bentuk kongkrit.

“Kenapa ini saya suarakan, supaya bumi ini bukan cuma layak ditempati oleh orang-orang yang hidup hari ini. Insya Allah saya tidak akan menolak kalau ada yang mau ngajak kerjasama untuk mendukung gerakan pelestarian bumi,” imbuh Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini tak menutup mata pentingnya langkah-langkah kecil untuk menjaga agar bumi tetap lestari seperti gerakan menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Untuk kementerian terkait, mari dorong percepatan hijrah penggunaan energi konvensional ke energi terbarukan. Perkuat langkah-langkah mitigasi menghadapi ancaman perubahan iklim yang dihadapi dunia saat ini,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Sebagai upaya menekan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, Indonesia ikut meratifikasi Perjanjian Paris pada 2016.

Usaha yang dilakukan Indonesia untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mencegah deforestasi dan degradasi hutan, memulihkan gambut dan mangrove atau bakau. [Muhammad Qolbi]