Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Belum sepekan, hujan deras yang terjadi di Kabupaten Lebong menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Sempat viral di media sosial, aktivitas lalu lintas dari Kota Curup (Rejang Lebong) menuju Kabupaten Lebong sempat terputus.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan ikut berduka atas banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kampung halaman orangtuanya tersebut dan berharap ada solusi serta kebijakan yang menyeluruh agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

“Hujan deras tidak bisa disalahkan. Selama alam disekitarnya baik-baik saja, air mengalir dengan baik, serapan air tidak terganggu, bangunan-bangunan dibangun dengan teliti dan lain sebagainya, banjir dan longsor bisa dicegah, minimal nggak sampai menimbulkan korban yang besar,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (26/4/2021).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini menjelaskan, telah banyak riset yang menyebutkan jika penyebab banjir salah satunya oleh rusaknya ekosistem, seperti rusaknya kawasan hulu sungai atau kawasan resapan yang seharusnya menjadi benteng alami.

“Seakan tidak belajar dari banjir-banjir sebelumnya, masih saja alam yang disalahkan. Kalau pun misalnya karena cuaca ekstrem, karena ulah tangan-tangan manusia juga pemicunya,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini berharap pihak terkait segera melakukan studi yang komprehensif untuk seluruh pembangunan infrastruktur yang diusulkan dalam pembangunan agar banjir dan longsor dapat dicegah dan tidak sampai menelan korban jiwa.

“Untuk daerah-daerah langganan banjir dan longsor, proyek pengendalian banjir harus jadi program prioritas ketimbang proyek-proyek yang lain,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa dan Sumatera masih berpotensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

“BKMG memprakirakan kondisi itu meningkatkan potensi hujan lebat disertai kilat petir serta angin kencang di sejumlah daerah mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung untuk wilayah Sumatera,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief. [**]