PedomanBengkulu.com, Lebong – Bupati Lebong Kopli Ansori dan Wabup Lebong Fahrurrozi didampingi jajaran Bappeda Lebong, melaksanakan rapat kerja pembahasan rencana strategis (Renstra) secara door to door ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan tersebut, dalam rangka percepatan pelaksanaan visi misi dan program Pemkab Lebong 2021-2024. Namun, saat rapat kerja pembahasan renstra Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong, Bupati Lebong Kopli Ansori tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan langsung tampak berang, pasca mendengar pemaparan program renstra Disperkan Lebong. Yang menurutnya tidak seperti yang diharapkan, bahkan program renstra yang disampaikan Disperkan Lebong dinilai tidak berdasar dan terkesan asal.

Bahkan dalam rapat yang digelar di Aula Disperkan Lebong Senin (19/04/2021) tersebut, Bupati Kopli Ansori menyampaikan ketidakpuasannya terkait program kerja yang disusun jajaran Disperkan Lebong. Apalagi menurutnya kebanyakan program yang dibuat terkesan asal karena tanpa didukung dengan data-data yang lengkap. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Bupati Kopli Ansori juga menyampaikan bahwa bidang pertanian merupakan masuk dalam skala prioritas dalam pelaksanaan visi dan misinya bersama Wabup Lebong Fahrurrozi.

“Saya bingung mau rapat Renstra kalau data seperti ini. Dari awal saya tidak melihat data konkrit yang disampaikan (Disperkan,red), kalau kita tidak punya data dasar bagaimana kita mau menyusun progres peningkatannya. Harusnya Disperkan itu harus menguasai, mulai dari luas wilayah berapa titik irigasi, berapa jumlah jaringan irigasi yang ada dan berapa lagi yang harus dikerjakan maupun program lainnya. Karena pertanian ini masuk dalam skala prioritas kami,” sampai Bupati Kopli dengan nada meninggi, dalam rapat di Aula Disperkan Lebong Senin (19/04/2021) siang.

Pasca rapat, saat dikonfirmasi terkait penyajian data renstra Disperkan yang dinilai banyak tidak lengkap dan tidak bisa menyajikan data seperti yang diharapkan Bupati Kopli Ansori tersebut. Kepada sejumlah awak media yang sejak tadi menunggu, dirinya sepertinya masih ingin menutupi, bahkan jawabannya sedikit melunak jika dibandingkan dengan penyampaiannya saat dalam rapat pembahasan Renstra Disperkan Lebong. Selain itu, dirinya juga menyebutkan, sebenarnya Disperkan bukan tidak punya data, tetapi masih dinilai belum lengkap.

“Kalau datanya belum lengkap kami sampaikan belum ada dan belum puas, Insyah Allah ada. Memang sengaja kita jemput bola bahas renstra langsung ke OPD, agar lebih cepat pencapaian visi dan misi kami,” singkatnya.[Supriyadi]