PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Penyelenggaraan kegiatan (Events) dan penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainablity (CHSE), diyakini dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) pada suatu daerah di tengah pandemi Covid-19. Ini terungkap dalam bimbingan teknis (Bimtek) events dan penerapan CHSE di sektor Parekraf, Kamis (29/4).

“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang besar pada sektor Parekraf, dan juga berimbas terhadap perekonomian masyarakat,” ungkap anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati, M.Si saat menyampaikan arahannya dalam Bimtek yang diselenggarakan Direktorat Events Deputi Bidang Produk Wisata dan Events Kemen Parekraf/Baparekraf RI.

Namun, lanjut Dewi, pada era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini, segala sesuatu untuk membangkitkan sektor Parekraf, khususnya di Provinsi Bengkulu harus dipersiapkan kembali.

“Tentu saja Bimtek ini merupakan salah satu langkah persiapan. Mengingat event dan penerapan CHSE memiliki pengaruh yang besar dalam membangkitkan sektor Parekraf,” kata Dewi.

Sementara itu, Koordinator Promosi Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Hafiz Agus Rifa’i, ST menyampaikan, Bimtek ini merupakan bentuk sinergitas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Kita berharap Bimtek ini dapat memberikan hal yang positif, terutama dalam membangkitkan sektor Parekraf khususnya di Provinsi Bengkulu ini,” harap Hafiz.

Dibagian lain, Kadis Pariwisata Kota Bengkulu, H. Amrullah, SP mengemukakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang besar terhadap sektor Parekraf.

“Sebelum Covid-19, kunjungan wisata dalam Kota Bengkulu ini bisa mencapai 160 ribu orang per hari. Tapi sekarang tidak lagi, dan kitapun berharap dengan persiapan seperti ini, sektor Parekraf dapat kembali bangkit,” singkatnya. [AM]