Pimpinan sidang Musda ke-XIV BPD HIPMI Bengkulu, Herwan Saleh, S.IP, M.AP

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pimpinan sidang Musda ke-XIV BPD HIPMI Bengkulu, Herwan Saleh, S.IP, M.AP angkat bicara usai kemenangan Ketua Umum (Ketum) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terpilih, Undang Sumbaga diklaim tidak sah pada jumpa pers Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Bengkulu, Jum’at (9/4) di salah satu Hotel ternama di Bumi Rafflesia ini.

Dilansir dari Rakyat Bengkulu Online, Herwan menegaskan bahwa Musda yang digelar Kamis (9/4) malam telah berlaku sah, termasuk juga sahnya pemilihan atas Ketua Umum BPD HlPMI Bengkulu yang baru.

Menurutnya, proses musda sudah berjalan sesuai tata tertib dan keputusan sidang musda. Itu adalah turunan segala aturan organisasi HIPMI dan AD/ART HIPMI, disana konstitusinya.

Terkait pernyataan bahwa musda tersebut baru berjalan sebatas sidang pleno 2 dengan agenda penyampaian LPJ oleh Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu periode 2017-2020 bahkan belum selesai telah terjadi kericuhan, Herwan menanggapi bahwa saat kericuhan terjadi ada sebagian peserta dari beberapa DPC yang walk-out (WO) sehingga sidang sempat melakukan skorsing. Bahkan skorsing sempat dilakukan beberapa kali hingga sidang dapat dilanjutkan setelah memenuhi kuorum masih pada malam yang sama.

“Bahwa pengurus serta ketua umum yang lama itu demisioner pasca setelah ada yang WO. Nah penetapan demisioner dan penerimaan LPj sudah dilakukan semuanya sesuai tatib dan keputusan sidang. Kalau ada yang WO dalam proses demokrasi organisasi itu biasa, bukan berarti jika ada yang WO proses pengambilan keputusan berhenti karena ini tetap memenuhi kuorum,” beber Herwan.

Untuk itu menurut Herwan, terpilihnya Undang Sumbaga sebagai Ketum DPD HIPMI yang baru sesuai hasil musda tersebut adalah sah karena proses telah dilakukan sesuai aturan organisasi. “Tentu sebagai pimpinan sidang saya berdiri di tengah. Keputusan musda itu adalah keputusan tertinggi di BPD HIPMI sesuai turunan tatib dan segala aturan yang ada di organisasi termasuk AD/ART,” pungkas Herwan.

Sebelumnya, BPP HIPMI Bengkulu dalam jumpa persnya menganulir penetapan ketua umum terpilih. menurutnya, tahapan Musda ke-XIV baru sebatas sidang pleno 2. Bahkan LPJ pun belum disahkan serta ketua umum juga belum demisioner.

Musda tersebut juga diklaim belum selesai karena telah terjadi kericuhan hingga bentrokan fisik antara peserta musda bahkan dua orang PIC BPP HIPMI mendapatkan kekerasan fisik oleh diduga peserta sidang.

Kemudian karena adanya kekisruhan itu, koordinator PIC BPP HIPMI menyatakan bahwa proses Musda HIPMI Bengkulu diambil alih oleh BPP HIPMI sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART dan PO HIPMI sehingga kedepannya musda akan diagendakan untuk dilanjutkan.[Kucir.06]