PedomanBengkulu.com, Seluma – Peristiwa penolakan pasien dengan diagnosis Colic Abdomen atau nyeri pada perut di Instalasi Gawat Darurat, RSUD Tais mengaku menyatakan siap berbenah dan memperbaiki pelayanan. Direktur RSUD Tais, dr. Wiwin Herwini (1/4/2021) mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat internal dan memanggil salah satu dokter yang menolak menangani pasien.

Wiwin menyebut peristiwa penolakan tersebut akan menjadi pembelajaran, agar RSUD Tais bisa melakukan pembenahan terhadap pelayanan, khususnya penanganan pasien di IGD. Wiwin juga menegaskan proses yang lama pada aplikasi Sistem Rujukan Terintegerasi (Sisrute) tak boleh menjadi alasan dokter menunda penanganan.

“Saya sudah sampaikan ke dokter dan bidannya , agar pasien dilayani terlebih dahulu, setelah dilayani, baru dijelaskan mengenai sisrute. Hal hal seperti ini kami berjuang agar ini tidak terjadi lagi. Saya sebagai pimpinan rumah sakit terima kasih atas masukkannya, mudah mudahan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu mengenai ketersediaan dokter spesialis, ia mengatakan pada malam hari seluruh dokter umum siap melakukan penanganan pertama dalam kondisi darurat. Sedangkan untuk alat rontgen ia membenarkan sempat terjadi kendala.

“Saat itu masalah skrup lampu Rontgen, setelah didatangkan bagian teknisi langsung cepat diatasi. Yang pastinya sudah saya tegaskan bahwa masyarakat itu tidak akan tahu masalah kita (rumah sakit), maka dari itu pelayanan harus diutamakan terlebih dahulu,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pasien yang didiagnosis Colic Abdomen atau nyeri perut, tidak mendapat penanganan medis pada selasa (30/3/2021) malam kemarin. Dokter yang sedang bertugas beralasan proses input pada aplikasi Sisrute belum pihaknya terima, meski pasien telah tiba di IGD RSUD Tais, dari Puskesmas Masmambang. Pasien tersebut kemudian langsung diarahkan ke Rumah Sakit di Kota Bengkulu. [IT2006]