PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kejaksaan Negri Rejang Lebong telah melakukan pemeriksaan empat orang saksi terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Blumai I Kecamatan Padang Ulak Tanding tahun Anggaran 2017, 2018 dan tahun anggaran 2019.

Disampaikan Kepala Kejaksaan Negri RL Yadi Rachmat Sunaryadi, melalui Kasi Pidsus, Heri Antoni pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yakni satu orang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rejang Lebong dan tiga orang dari perangkat Desa Belumai I.

“Hari ini kita periksa 4 orang saksi. Untuk duigaan korupsi DD dan ADD di Desa Belumai I ini kita perkirakan masih ada 20 orang saksi lagi yang akan kita mintai keterangan,” ujar Heri, Rabu (14/4/2021).

Untuk penetapan tersangka sendiri lanjut Heri, baru akan dilakukan setelah menyelesaikan pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

“Kita selesaikan dulu pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti-bukti. Baru nanti kita ekspose atau gelar perkara dengan tim untuk kemudian penentuan tersangka,” kata Heri.

Heri menambahkan, pihaknya tengah mendalami dugaan kekurangan volume fisik pekerjaan pada item kegiatan pembangunan irigasi, serta dugaan pemalsuan tanda tangan yang terjadi dalam pengelolaan DD dan ADD di Desa Belumai I tersebut.

“Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, serta kekurangan volume fisik pekerjaan irigasi dari DD tahun 2017, gabungan 2018, dan 2019. Untuk sementara, kerugian negara sekitar Rp500an juta lebih, pekerjaan fisik lainnya belum kita cek,” pungkas Heri. [Julkifli Sembiring]