Tampak petugas Bidang Aset memasang roda depan agar bisa ditarik ke Parkiran BKD Lebong

PedomanBengkulu.com, Lebong – Mobil Toyota Strada jenis pickup yang masuk dalam daftar kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (DPUPRP) Kabupaten Lebong, dengan nomor polisi BD 9021 HY. Dikembalikan tanpa ada satu pun roda oleh oknum yang selama ini menguasainya. Dari informasi yang dihimpun, diketahui selama ini mobil tersebut berada di Kota Bengkulu, setelah diminta untuk dikembalikan oleh Bidang Aset BKD Lebong. Mobil Strada tersebut dibawa ke Kabupaten Lebong dan diparkirkan di samping rumah pribadi Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah di Kecamatan Pelabai.

Setelah dihubungi pihak yang selama ini menguasai mobil Strada tersebut, Tim Bidang Aset BKD Lebong langsung menunju lokasi mobil tersebut. Namun tim Aset terkejut, mobil yang dibawa dari Kota Bengkulu tersebut, ditemukan keempat rodanya sudah hilang. Bahkan untuk menarik mobil tersebut ke lapangan parkiran BKD Lebong, pihak aset harus meminjam dua ban untuk dipasang dan ditarik menggunakan alat berat beko loader.

Kabid Aset BKD Lebong Rizka Putra Utama dikonfirmasi menyampaikan, sesuai perintah Bupati Lebong seluruh kendaraan dinas operasional milik 6 ODP yang belum dikembalikan, ditunggu paling lambat Kamis depan. Dari sebelumnya ada 17 unit, sampai Senin (12/04/2021) tersisa 7 unit kendaraan yang belum dikembalikan.

“Kemudian hari ini tanpa menunggu OPD terkait, kita sudah tarik satu unit mobil Strada BD 9021 HY yang selama ini dikuasai Oknum, untuk kondisinya silakan kawan-kawan wartawan lihat sendiri, mobilnya sudah tidak ada bannya (Roda,red),” ungkap Rizka Senin (12/04/2021) sore.

Ditegaskan Rizka, apa yang mereka lakukan ini juga sesuai intruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam rangka penyelamatan aset negara dan penyelamatan aset daerah. Terkait adanya kehilangan sejumlah onderdil seperti Mobil Strada BD 9021 HY tersebut, Rizka mengatakan, akan membuat laporan dan berita acaranya, termasuk kronologis sejumlah kelengkapan onderdil mobil yang hilang.

“Nanti kita buatkan berita acaranya sebagai laporan ke Pimpinan, terkait tindaklanjutnya kedepan bagaimana, kita tunggu intruksi pimpinan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lebong Kopli Ansori dikonfirmasi awak media menyebutkan, dirinya masih menunggu laporan secara keseluruhan kendaraan dinas operasional dari seluruh OPD. Karena dirinya ingin mengetahui secara jelas, berapa aset mobnas operasional yang dimiliki Pemkab Lebong. Kemudian saat ditanyakan tindak lanjut jika ditemukan adanya Kendis yang onderdilnya banyak hilang. Dirinya menyebutkan masih menunggu laporan terlebih dahulu.

“Jika kelengkapan kendisnya banyak hilang, kita perlu melihat kronologisnya bagaimana, apakah mobnas tersebut memang sudah lama rusak atau memang sengaja dihilangkan, kita tunggu dulu laporannya,” singkat Kopli Ansori. [Supriyadi]