Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Komite II DPD RI ikut turun serta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemangku kepentingan lainnya membantu penanggulangan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, ia bersyukur institusinya senantiasa berperan aktif dalam penggalangan dan memberikan bantuan kepada setiap korban bencana alam seperti di NTT.

“Di Bengkulu yang jadi daerah pemilihan saya, berapa kali bantuan dapat disalurkan kepada korban terdampak karena peran aktif DPD RI dalam menanggulangi bencana. Inilah bentuk solidaritas dan kepedulian DPD RI terhadap masyarakat,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (15/4/2021).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menyatakan duka atas korban berbagai bencana yang terjadi di tanah air dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang senantiasa berdiri terdepan mengulurkan tangannya untuk membantu korban.

“Indonesia berada di wilayah cincin api. Karena itu semua harus siap. Di Bengkulu saya terus mengimbau kepada pemerintah daerah agar selalu siap. Alam bisa saja berubah kapan saja, entah pas lagi tidur, atau pas ketika bermain. Tidak ada yang tahu kecuali Allah,” tegas Hj Riri Damayanti John Latief.

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini meningatkan kepala-kepala daerah, terutama yang baru dilantik dan kurang pengalaman dalam hal penanganan bencana untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengajak peran aktif serta masyarakat untuk mengantisipasi dampak-dampak bencana.

“BNPB, TNI/Polri, Basarnas dan semua pihak telah bekerja dengan sigap menanggulangi bencana serta kondisi-kondisi kedaruratan lainnya. Kalau lah memang dibutuhkan lembaga khusus, saya rasa tidak ada alasan untuk menolak agar semua diwadahi dalam sebuah wadah khusus terkomando agar penanganan dan pencegahan bencana bisa lebih efektif. Nanti lihat aturannya,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Selasa, 13 April 2021, sebanyak 1.110 bencana terjadi di Indonesia sejak 1 Januari. Jenis bencana terbanyak diantaranya adalah hidrometeorologi seperti banjir dan puting beliung.

Rinciannya, banjir dengan 472 kejadian, puting beliung dengan 301 kejadian dan tanah longsor dengan 214 kejadian. Sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdapat 90 kejadian, gelombang pasang dan abrasi dengan 15 kejadian, dan kekeringan hanya satu kejadian.

Akibat bencana tersebut, 472 orang meninggal dunia sementara sebanyak 58 orang lainnya hilang. Bencana-bencana tersebut juga mengakibatkan 4.897.575 orang menderita, mengungsi serta 12.824 orang luka-luka dan127.626 rumah rusak yang terdiri dari 23.595 rumah rusak berat, 20.312 rumah rusak sedang, dan 83.719 rumah rusak ringan. [**]