Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari ini, Jumat, 23 April 2021, World Book Day atau Hari Buku Sedunia diperingati. Tahun ini, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjuk Tbilisi (Georgia) sebagai World Book Capital atau Ibukota Buku Dunia berdasarkan rekomendasi dari World Book Capital Advisory Committee.

“Saya berharap kedepan Bengkulu bisa jadi Ibukota Buku Dunia agar di Bumi Rafflesia ini buku-buku bisa terus dipromosikan dan dibaca dengan kegiatan-kegiatan yang disusun sepanjang tahun,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia itu menjelaskan, buku adalah jendela peradaban yang bisa memperkuat otak, menyenangkan hati masyarakat dan menyuburkan empati dalam hati.

“Kalau kebiasaan membaca ini sudah dimulai sejak kecil, ke anak-anak, berarti kita sedang menyiapkan generasi depan yang mencintai buku, generasi yang percaya diri dan visioner, generasi berotak cerdas,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu itu merasa perlu untuk mengkampanyekan Hari Buku ini mengingat indeks kegemaran membaca masyarakat Indonesia antara tahun 2016-2020 masih sangat rendah.

“Padahal budaya membaca sangat terkait erat dengan tingkat kemajuan sebuah bangsa. Ini perlu perhatian semua pihak, terutama pemerintah, sekolah-sekolah dan para orangtua di rumah. Mulai sekarang ganti kebiasaan nonton tivi, nongkrong-nongkrong dan main gedget dengan membaca buku,” imbau Hj Riri Damayanti John Latief.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini meyakini maraknya kenakalan remaja, meningkatnya penggunaan narkoba, terus bertambahnya penderita HIV/Aids dan tingginya angka kriminalitas salah satunya disebabkan karena rendahnya minat baca masyarakat.

“Yang paling menyedihkan hiburan di tivi kebanyakan menjual roman percintaan yang cabul, pola hidup konsumtif dan gaya dandanan glamour. Dan ini yang diteladani sama generasi kita. Dengan Hari Buku Sedunia 2021 ini mudah-mudahan kekeliruan ini mulai disadari dan minat baca menjadi bisa bertumbuh bersama kecerdasan dan pengetahuan masyarakat,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, World Book Day bermula saat UNESCO menetapkan hari penting ini pada tanggal 23 April 1995, bertepatan dengan peringatan wafatnya William Shakespeare dan penulis sejarah Spanyol terkemuka Inca Garcilaso de la Vega.

Sejak 1 April 2021 kemarin hingga hari ini, UNESCO membagikan kutipan, puisi dan pesan dengan mengundang siswa, guru, dan pembaca dari seluruh dunia, serta seluruh industri buku dan layanan perpustakaan untuk bersaksi dan mengungkapkan kecintaan mereka pada membaca.

UNESCO juga mendorong setiap orang untuk membagikan pesan positif kepada orang lain melalui #StayAtHome dan #WorldBookDay untuk memotivasi dan menjelaskan pentingnya membaca buku. [Muhammad Qolbi]