PedomanBengkulu.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) salah menyebut Padang sebagai Provinsi saat melakukan sambutan dikunjungannya meninjau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera untuk ruas Pekanbaru-Padang, Seksi Pekanbaru-Bangkinang, Kota Pekanbaru pada Rabu, 19 Mei 2021.

Salah sebut itu disiarkan langsung di video Youtube Sekretariat Presiden pada menit ke 15.50. Ia mengatakan “…dan produk-produk yang ada, baik di Provinsi Riau dan di Provinsi Padang nantinya akan memiliki daya saing yang baik. Terutama, dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain…”.

Untuk membenarkan pidato Presiden Jokowi yang menyebut Padang sebagai provinsi, situs wikipedia pun diubah. Hal itu terungkap dari tweets Roy Suryo.

“Ternyata Para BuzzerRp sudah gercep mau bikin “pembenaran” soal kata #PropinsiPadang yg diucapkan (salah) oleh Presiden JokoWi sebelumnya. Lihat saja “kelakuan” mereka mengacak2 Wikipedia, kalau begini Rusaklah Pelajaran Geografi Indonesia. Ayo ditindak @CCICPolri @DivHumas_Polri,” tulis akun twitter Roy Suryo.

Selain itu, akun rensi Facebook Presiden Jokowi juga pernah salah menuliskan lokasi, seharusnya Sulawesi Selatan namun ditulis Sulawesi Utara, pada Rabu 5 November 2014 di update pukul 14.00.

“Hari ini saya melakukan blusukan ke Sulawesi Utara. Ditemani oleh Ibu Negara Iriana, sekitar pukul 10.00 tadi pagi alhamdulillah saya telah tiba di Makassar dan akan meninjau irigasi serta mengikuti kegiatan panen padi di Sidrap,” begitu tulisan di status Facebook Presiden Joko Widodo, saat itu.

Presiden Jokowi juga pernah salah sebut saat pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2015 di Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur. Jokowi mengatakan tempat kelahiran Presiden Sukarno adalah Blitar, bukan Surabaya.. “Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamotor kita, hati saya selalu bergetar,” kata Jokowi, kaala itu.

Di Denpasar, Jokowi pun keseleo lidah saat menyampaikan, “Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Badung…,” katanya sebelum meresmikan Pasar Badung, Denpasar, Jumat 22 Maret 2019. Kontan masyarakat pun bersorak sehingga, ia meluruskan, “Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Pasar Badung,” kata Jokowi yang kemudian disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang menyaksikan saat acara peresmian pasar cashless itu.

“Saya itu setiap jam ganti provinsi, setiap jam ganti kabupaten, setiap jam ganti kota sehingga kadang-kadang error. Mohon maaf. Tadi pagi masih di Jakarta, siang di Lombok, sore sudah sampai di Denpasar diuyel-uyel sampai ke depan sini,” kata Jokowi, saat itu. [Medi]