PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam mempersiapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka yang direncanakan di mulai pada tahun ajaran baru per 1 Juni mendatang, Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar workshop pendidikan yang digelar di Hotel Grage, Selasa (4/5/2021).

Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati M.Si pada workshop peluang dan tantangan guru dan tenaga pendidikan dalam persiapan pembelajaran tatap muka yang efektif dan efisien mengatakan, kesiapan sarana prasarana sekolah dan vaksinasi Covid-19 para guru harus dijadikan acuan.

“Alhamdulillah setelah melewati pandemi covid-19 satu tahun lebih dengan pembelajaran via daring, kita sudah boleh melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan baik bagi siswa maupun tenaga pendidik itu sendiri,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan, pembelajaran tatap muka perlu dilakukan, mengingat transfer ilmu tidak hanya baca tulis saja, namun pendidikan seperti budi pekerti itu harus dicontohkan, tidak bisa digunakan hanya menggunakan media daring.

“Kita tidak mau kehilangan satu generasi hanya gara-gara pembelajaran kita terpaksa harus daring dan tidak bisa melakukan pembelajaran seperti budi pekerti dan hal-hal dengan kebiasaan yang baik,” ujarnya.

“Kita tidak mau juga kemudian pembelajaran tatap muka dilaksanakan menimbulkan klaster baru,” tambahnya.

Politisi PAN itu juga mengatakan untuk tidak menyerah begitu saja, hambatan itu bisa dilalui dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Dalam benak kita, tidak ada kata-kata tidak bisa, kita bisa melakukan pembelajaran tatap muka sesuai prosedur yang kita lakukan. Kita berharap dengan kesungguhan hati dan miminta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan itu harus mendapat prioritas untuk vaksinasi,” demikian Dewi Coryati. [Medi Muamar]