Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kaum milenial merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Bengkulu. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat jumlah penduduk pada 2020 dari kalangan generasi Z dan milenial mencapai 56.02 persen dari total penduduk Bumi Raffelesia yang berjumlah 2,01 juta.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menilai, Ramadan merupakan momen terbaik untuk melihat bagaimana cara mencetak generasi Z dan milenial menjadi generasi yang berakhlak unggul dan menjadi generasi penebar manfaat untuk orang-orang disekitarnya.

“Di Bengkulu banyak fenomena anak muda hijrah, yang tadinya suka dengan hal-hal yang negatif menjadi suka dengan hal-hal yang positif. Apalagi di bulan Ramadan dimana suasana amalan agama muncul hampir di semua sudut kota dan desa,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, Selasa (11/5/2021).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini menjelaskan, gerakan hijrah ini penting difasilitasi di luar bulan Ramadan oleh pemerintah, lembaga-lembaga keagamaan, masjid-masjid dan berbagai elemen masyarakat lainnya mengingat pengaruh negatif budaya luar juga semakin gencar mempengaruhi mental generasi z dan milenial.

“Saya menyambut baik kalau ada tawaran atau ajakan untuk bekerjasama membina remaja atau pemuda di masjid-masjid, di sekolah-sekolah di kampus-kampus, atau dimana saja,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menekankan, gerakan hijrah terasa semakin diperlukan untuk mendorong hasrat dan semangat generasi Z dan milenial untuk melakukan perubahan nasib.

“Pandemi covid-19 membuat banyak kemunduran dalam berbagai bidang kehidupan. Perlu usaha nyata dari generasi Z dan milenial untuk hijrah, mengubah nasib hari ini agar menjadi lebih baik di hari lain. Hijrah untuk meraih pencapaian dan prestasi,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menekankan, makna hijrah lebih luas dari sekedar gerakan meninggalkan hubungan lawan jenis sebelum menikah, meninggalkan kegiatan bermusik atau gerakan menutup aurat sebagaimana tren yang nampak di media sosial yang umumnya dilakoni komunitas-komunitas muda muslim, khususnya di kota-kota besar.

“Islam hadir bukan untuk perbaikan kondisi pribadi, tapi perbaikan kondisi umat. Upaya menghapuskan kesenjangan sosial, kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan korupsi harusnya masuk dalam agenda hijrah. Dari sini saya menilai Ramadan inilah momen terbaik untuk merefleksikan masalah ini,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, dari total penduduk Bengkulu yang sebanyak 2.010.670 jiwa, mereka yang berada di usia produktif dengan rentang umur 15 hingga 64 tahun berjumlah 70,74 persen.

Dari jumlah tersebut BPS mencata, penduduk laki-laki sebanyak 51,18 persen atau sebanyak 1.029.137 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 48,82 persen atau sebanyak 981.533 jiwa. [Muhammad Qolbi]