PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu resmi berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Soekarno Bengkulu. Perubahan status ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2021.

Rektor IAIN Bengkulu, Prof Dr Sirajuddin M M.Ag MH melalui pesan whatsapp, Jumat (28/5) malam, mengucapkan rasa bersyukur atas disetujui alih status IAIN menjadi UIN. Ia berharap mudah-mudahan dengan lahirnya Universitas Islam negeri Bengkulu menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bengkulu dan membuat kemaslahatan umat, khususnya umat Islam.

“Alhamdulilah Perpres yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua,” kata Sirajuddin.

Dirinya menambahkan, perubahan status ini telah lama dinanti-nantikan masyarakat Bengkulu.

“Semoga dengan telah berubahnya status IAIN menjadi UIN ini dapat memberikan suatu hal yang berbeda bagi seluruh mahasiswa dan calon mahasiswa UIN. Serta siapapun yang terpilih menjadi rektor UIN nantinya semoga dapat mengembangkan UIN agar lebih maju,” lanjut Sirajuddin.

Untuk diketahui, Proses alih status IAIN Bengkulu menjadi UIN ini sudah berlangsung sejak 7 tahun lalu. Perjuangan ini mulai membuahkan hasil sejak digelarnya rapat konsultasi dan mediasi antara Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri PAN-RB Tjahjo Kukmolo beserta Pimpinan DPD RI, 16 Juli 2020 lalu di rumah dinas Ketua DPD RI.

Hadir dalam rapat tersebut, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua Nono Sampono serta Sultan Baktiar Najamudin. Sedangkan dari IAIN, hadir lengkap 9 Rektor dari seluruh Indonesia. Yakni Rektor IAIN Jember, Surakarta, Tulungagung, Purwokerto, Ambon, Bengkulu, Samarinda, Palu dan Gorontalo.

Kata sepakat terkait alih status ini setelah Menag menyatakan akan merevisi PMA Nomor 15 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaannya untuk disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan.[Kucir.06]