PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Indonesia memiliki beragam elemen suku, ras dan budaya yang berbeda-beda namun dibingkai dalam satu dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, yang lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila merangkum nilai-nilai luhur budaya bangsa yang digagas dan dirumuskan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, Pancasila tak akan pernah kehilangan relevansi bahkan seharusnya dapat mengilhami dunia karena nilai-nilai keluhuran yang terkandung di dalamnya sangat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang diwariskan oleh seluruh agama dan kebajikan orang-orang mulia.

“Dari semua ideologi dunia, Pancasila paling komplit. Mulai dari kesadaran akan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan. Kalau ini semua wujud dalam diri sebuah bangsa, saya yakin mata rantai covid-19 pasti terputus,” kata Hj Riri Damayanti John Latief jelang persiapan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021, Senin (31/5/2021).

Wakil Ketua OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini memberikan contoh terhadap pelaksanaan sila pertama, saat sebuah bangsa menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, berarti ia telah melenyapkan pandemi dengan cara yang benar.

“Karena virus corona ini yang ciptakan Allah, dikirim buat menegur supaya manusia kembali kepada-Nya. Kepatuhan kepada yang ciptakan virus adalah jalan yang benar untuk mengendalikan bahkan melenyapkan virus, bukan justru dengan menentang perintah-perintah-Nya, bukan dengan semakin jauh dari nilai-nilai yang Allah inginkan terhadap manusia,” tegas Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu memaparkan, ciri sebuah bangsa taat kepada Allah maka secara otomatis ia akan bersusah payah untuk menciptakan tatanan kehidupan yang manusiawi, bersatu, demokratis dan penuh keadilan.

“Yang kaya wajib bantu yang miskin, yang memimpin mengayomi yang dipimpin, yang kuat menjaga yang lemah dan seterusnya. Kalau semua ini wujud sungguh akan tercipta kehidupan yang indah dan harmonis, jangankan pandemi covid-19, bahkan yang lebih berat lagi akan sanggup dilewati bangsa ini. Penjajahan yang sudah berabad-abad terusir aja lenyap karena semangat Pancasila,” tandas Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni SMA Negeri 6 Kota Bengkulu ini berharap semua unsur pemerintahan memperkuat penanaman nilai-nilai Pancasila secara masif terutama di lembaga-lembaga pendidikan mengingat pandemi telah memisahkan belajar mengajar tatap muka sehingga banyak generasi seakan kehilangan panutan atau teladan.

“Sekolah-sekolah adalah benteng terdepan dalam penanaman nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi lanjut. Saya mendoakan semoga semua orangtua diberikan kemampuan mengambilalih tugas tersebut dengan menjadikan lingkungan rumah kondusif untuk terwujudnya nilai-nilai Pancasila,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, meski ditetapkan sebagai Dasar Negara sejak 18 Agustus 1945, namun dari segi praksis sehari-hari Pancasila kerap susah dipahami bukan hanya oleh warga negara biasa, tetapi juga oleh penyelenggara Negara.

Pancasila bahkan mulai luntur dari hafalan dan amalan generasi milenial sehingga perlahan-lahan nilai-nilai kapitalisme yang individualistis menjadi subur menggusur nilai-nilai empati dan solidaritas. [Muhammad Qolbi]